Kamis, 04 Desember 2014

STAY

STAY

Aku tahu, telah banyak yang menemanimu di sana. Orang-orang menyenangkan, gadis-gadis cantik, dan lingkungan sahaja. Tapi kenapa pula kau harus ikut mereka?? Sedang aku menunggumu.

Aku masih mengingatmu. Dari banyaknya mimpi yang ku juangkan, aku masih menggantungmu di sebelah sisi istimewa di antara mereka. Tapi kau pergi. Sedang aku coba menggapaimu.

Tidakkah kau tahu, begitu sulit aku mencarimu. Tak ada yang bisa ku tanya selain kepercayaan ini.

Mengapa kau menyia-nyiakanku selama ini??

Mengapa??

Aku bisa melakukan semuanya, aku bisa menjadi nomor satu. Aku bisa meniupkan angin dari mulutku, aku bisa berusaha lebih keras lagi jka kau mau. Aku pasti bisa. Tapi aku tak bisa membuat hatiku menjadi batu dan anggapmu mati.  

Meski hanya sebutir debu kau lihatku sekarang aku masih bisa bertahan.
Ini benar-benar bodoh.. dan aku memilih begitu.
Memangnya apa yang bisa aku lakukan, jika kau sudah begitu??
Aku tak pernah tahu, ada beling ataukah kerikil setelah dua puluh langkah dari tempatku berdiri, yang bisa ku lakukan hanya berjalan maju bukan??
Berdarah atau tidak, biarkan kuasa Tuhan yang membuatnya nyata.
Sedang parah atau sedang, selalu ada keajaiban untuk membuatku kuat merasakannya.

Aku selalu mencintaimu, dengan ketidaktahuanmu…
Dan aku masih menunggu..dengan jauhnya langkahmu..


Secreet Admirer

Secreet Admirer
12/4/2014 3:06:32 PM

Hari ini kau tanyakan padaku, apakah aku rindu sebab tak melihatmu seharian, J bualan ataukah omong kosong tapi kau membuatku senang. Sebenarnya lebih dari itu, kau membalas pesanku dan kita bicara cukup banyak, tak bisa ku hitung berapa banyak aku tersenyum malam ini.
Aku juga tak lagi paham, mengenai perasaan ini, karena selama melihatmu, hanyalah sandiwara akan sebuah peran menjadi rekan yang baik. Tak mengapa, setidaknya ada hari dimana Kau membuatnya special.
Entahlah, mengapa kau begitu memikat imajinasiku ‘tuk melayang dengan keanggunan kisah cinta yang tak pernah terbayangkan. Padahal logikakupun ‘tlah mengantarkan surat pernyataan tentang segala perbedaan dan minusitis tentangmu dan kita. tapi kau hebat, selalu hanya dengan tersenyum sembari membasahi rambutmu di depanku, membuatku tak ingin beranjak lebih dulu.
Ya mungkin saja, aku dan khayal ku ini sudah terlalu gila. Berharap menjadi salah satu antara banyaknya keindahanmu.

Menjadi pendiam agar kau sering bicara padaku, menjadi cerewet agar kau bisa sedikit mendengarku, menjadi sedikit lebih cantik agar kau melirikku, menjadi lebih jelek agar kau menggerutuiku, menjadi lebih hebat agar kau mengandalkanku, menjadi lebih bodoh agar kau mengajariku, menjadi selalu ada agar kau anggap, menjadi hilang agar kau rindu. Ooh betapa kau tahu? Itu semua sangat melelahkan, tapi itulah caraku bahagia. Semuanya karenamu.. 

Brownkitis

Brownkitis

12/4/2014 3:05 PM

Kemarin bukanlah hari yang mudah. Kau tahu? Aku berlari di atas banyak kerikil dan semburan api mengitarinya. Aku bermimpi hidup ini akan jadi lebih putih saat aku ada di ujung jalan itu. Bukan tanpa alasan, melainkan aku tahu semua ada proses yang harus dibayar dan itu pasti.
Bagaimana memulai sesuatu adalah bagian dari rencana yang harus dipersiapkan. Ini sebuah pemikiran yang kolot, saat cemburu jadi dasar “benci”. Ini penyakit tapi bukan begini caranya beradaptasi dengan cara yang berlogika. Andai saja waktu bisa dibayar dengan tekad yang kuat lalu bisa berbalik arah.

Mungkin aku bisa saja menghampiri hampara lautan luas itu dari balik kacamata biru. Dimana ada banyak impian yang mampu ku tembuskan dari celah do’a.

SCRABBLE

SCRABBLE

Ada apa denganku Tuhan??? Seharian tadi aku tak bisa berfikir jernih. Kepalaku pening, semua berputar-putar dan membuatku ingin terjungkal. Ooh… aku tak ingin berhenti disini Tuhan tapi mengapa yang ada malah rasa sakit yang sedemikian pedih. aku belum ingin putus asa mengapa pula tuhan , jalan setapakku juga harus dipenuhi duri ?
Aku tak bisa menjerit terlalu keras, dan muncul di depan mereka dengan wajah seperti ini. aku tak bisa menangis sedang mulutku sudah berusaha keras untuk tertawa, aku hanya bisa menikam hatiku sendiri untuk bisa bertahan dengan derita ini Tuhan. Tapi ku mohon jangan terlalu dalam Kau tancapkan sakit pada raga reotku ini Tuhan, tak kuasa aku membawanya pulang dengan beban baru.
Sebenarnya ada apa dengan kaki ini pula Tuhan?? Mengapa semakin hari semakin sakit?? Semakin memilukan, semakin membuatku meringis saat berjalan, bahkan sekarang aku harus memanjakannya dengan berjalan pelan. Padahal dia tahu, aku tak punya banyak waktu untuk itu.

Lembar demi lembar hari aku masih bisa berjalan, tapi ketika pulang ke rumah tak mengerti mengapa hatiku sesak sesesak-sesaknya dipenuhi batu dan ular beracun. Ibu sakit lagi dan lagi-lagi orang-orang mengataiku semudah mengelus jidatnya. Mereka pikir selama ini aku berjalan di atas angin dan hanya melambai-lambai pada surya?? Benar-benar bedebah.

Dan sekali lagi Tuhan, aku ingin menjedotkan kepalaku ke tembok hingga rasa sakit ini hilang. Menjadi ragil dengan sayap patah sebelah, dan helm yang tak bisa dilepaskan dari kepalaku. Hmmh …. Berat……….berat……….
Apalagi yang bisa dilakukan untuk menghibur hati yang remuk ini?? serasa aku tak punya lelucon untuk membuatnya sekedar sekejab menari. Dalam riang sinar mentari maupun dalam hangat senja hanyalah tapak dangkal airmata yang mampu mengayak lelah menjadi butiran harap kembali.


Hanya kepala ini Tuhan, yang kuharap bisa lebih kuat untuk melindungi otakku yang benar-benar sakit. Sedang hatiku, biarlah ia mencari nafasnya sendiri, tertawa dengan cucuran kegetiran dan tekanan yang mencekiknya. Aku akan lebih keras lagi mencari rongsokan kenangan, dan mengais sisa-sisa kebahagiaan yang pernah ia rasakan dulu. Hingga suatu ketika dia akan tahu, betapa aku berjuang untuk memberinya kesabaran lebih dari sekedar sabar. Getting Stronget than ever….. T_T (12/4/2014 3:04 PM)

Cerita cinta

Cerita Cinta


Kisah cinta memang tak pernah menceritakan hal-hal yang membosankan.
Selalu ada bunga dan cahaya yang memberikan penawar kegersangan maupun kepenatan atas terjal dan lapangnya jalan hidup.
Betapapun kisah itu buntu tapi setiap awal ataupun akhirnya selalu memberikan kesan yang bermakna.
Antara bagian mutlak dari sisipan kehidupan, dimana perantara cerita adalah pertemuan dan perpisahan.
Sedangkan pionir akan pertemuan dan perpisahan itulah yang menjadikan hidup adalah cerita.
Keduanya selalu menciptakan rasa.
Kadang kala tak pernah bisa diungkap, seputih dan segelap apakah warna rasa yang melumat habis detak jantung dan merahnya hati.
Pandangan pertama, bertatap wajah, dan semua hal kecil yang menggelikan dalam kisah cinta selalu menyenangkan untuk dilanjutkan menjadi khayalan nyata.
Namun lebih dari kisah, semua orang menanti akan keabadian dari rasa cinta itu sendiri. Yang kata-katanya tak pernah lekang oleh waktu.
Lantas, cinta yang seperti apakah yang demikian itu??
Yang dipertahankan dengan dasar-dasar apa saja??
Yang dirawat dengan bagaimanakah??
Akupun tak pernah mengerti, atas apa-apa yang bisa dan mampu menjadikan hati bisa bergetar, dan dunia bak berhenti ketika otak menamai moment tersebut dengan jatuh cinta.
Sedang hati sendiri tak mampu menjawab dera lekuk cinta yang menggerogotinya.
Dan jika tanda-tanda kenormalan sudah mulai pudar, dan bertolak jalan mempertanyakan kewarasan akan tingkah aneh mendamba cinta.
Bertanya-tanya maka tak ada plang yang memberikan arah.
Menyusur-nyusur jalan, menatap langit dan mengharap langit akan tetap biru meski hujan sudah mengguyur sekujur tubuh.
Cinta .. cinta… pelik benar kau menuntun raga untuk menjadi bagian dari keindahanmu yang sukar ‘tuk dipertahankan dalam keseragaman hati akan tujuan dan mimpi. Kebersamaan dalam merawat sebuah benih yang tak berlahan.
Tapi, begitulah cinta itu bertahan dengan segenap teka-tekinya.
Meski masih abu-abu lengkungan pelangi yang ia bawa, tetap saja auranya tak pernah mengeringkan hasrat untuk terus memandangnya.
Harap lebih, mata menembus kefiktifan akan ragu dan menyatukan masa depan bersama cinta yang melengkungkan hati serta menancapkan kisahnya seiring dunia ini ada.


Minggu, 21 September 2014

(PAHIT)

(PAHIT)

Yongky on Inspiration


Ini bukanlah sebuah cerita cinta yang menyedihkan. Cerita ini seharusnya berakhir bahagia. Tanpa kata tetapi, tanpa kata namun. Ya, cerita ini harus menjadi cerita yang bahagia.
Aku adalah seorang penulis, jatuh cinta kepada seorang editor. Editor yang menyunting bukuku sendiri. Pertama kali bertemu di kantor redaksi. Kini, kami sudah saling mencintai. Baru seusia lima bulan. Terlalu dini untuk menikah dan memikirkan masa depan yang lebih jauh.
Suatu hari, aku mendapati ia sedang mencium seorang perempuan. Ah, betapa sakitnya hatiku. Bukan hanya karena merasa terkoyak dan ditelan oleh rasa cemburu, tapi juga karena begitu terkejut, mendapati perempuan yang tengah “menikmati” momen busuk dengan si Yongky itu adalah Ratih. Gadis penuh sensasi dan “liar”. Yang diobral Yongky dengan kata-kata negatif setiap kali berceloteh dihadapku. Tapi sekarang??
“oh Yongky…!? Benar-benar Gila kau! Gila…Gila..!” Gumamku kesal dengan gelengan heran.
Ku palingkan wajah dan bergegas menjauh. Lama ku berjalan. Lama sekali. Tanpa tujuan. Entah sudah seberapa jauh ku tinggalkan mereka di kantor itu, ruangan itu. Hah.. Sepanjang jalan ku terus berfikir. Menghela nafas berat.
Ku terhenti dan terduduk di sebuah bangku taman. Masih ku bawa cuilan perasaan hancur beberapa jam yang lalu. Ku keluarkan naskah novel baruku dari tas. Entah angin apa yang membawaku datang ke tempat ini. Hanya saja dinginnya malam dan hangatnya cahaya lampu ini membuatku lebih longgar bernafas, sedikit tenang, mulai sejuk dan hangat.
Ku pandangi naskah novel bernuansa cinta itu dengan perasaan geli. Judul “Cinta Menjemputku” yang terinspirasi dari sebuah harapan dan juga rasa takut. Tak disangka sang pemberi harapan dan cinta yang sebenarnya, menjemputku dengan ending yang tidak hanya menakutkan tapi begitu konyol dan menjijikkan.
“hahahhaha Yongky… Yongky… kenapa mulutmu itu manis sekali?? Berani-beraninya kamu ngomong soal marriedlah, masa depanlah, tapi menjaga komitmenmu sendiri hanyalah omong kosong.”
Ku pandangi hitamnya langit. Ku rasakan angin begitu lembut. Entahlah, kini aku hanya merasa begitu lega. Seakan aku telah terbebas dari jeratan hati. Mungkin rasa keragu-raguanku selama ini tidaklah salah. Pandangan kita kala itu, hanyalah sebatas rasa tertarik. Ya, entah apa yang kau lihat dariku hingga rela habiskan hampir setengah tahun berorasi mesra dengan angan-angan berbunga. Mungkin aku terlalu lama memberi jawaban soal tawaran menikah? Hingga kau lelah. Ataukah aku terlalu serius mengejar mimpi? Hingga kau bosan. Atau malah memang kau itu pemburu cinta sesaat?       

Pantas saja akhir-akhir ini banyak orang kantor yang menatapku dengan pandangan iba. Sesekali ku dengar mereka berbisik-bisik menyebut-nyebut namaku disertai kalimat aneh dibelakangnya “iya kasihan, alah paling cuma buat mainan, biasa penulis pengen ngetop tuh, ah paling juga enggak lama.” Malam inipun akhirnya aku tahu, kalimat apa yang ada di tengah-tengah rumpian mereka,”dibohongin mau aja!”

Ku masukkan lagi naskah itu ke dalam tas sembari tersenyum-senyum. Ide cemerlang untuk novel baru sudah berkeliaran di dalam otak. Hmmh renungan sekejab ini memberiku komposisi cerita cinta baru. Ya.. Baguslah, belum sempat ku terima tawaran menikah dengan si Gila itu, Tuhan memberikanku jawaban sekaligus petunjuk laki-laki mana yang lebih tepat untukku. Yup! Si Rendra! Teman sekantor, si penulis artikel yang juga berprofesi sebagai fotografer. Malu-malu dia mendekatiku sambil membawa dua cangkir kopi. Tepatnya empat hari yang lalu, ia meletakkan secangkir kopi di mejaku dan, pertanyaan “bisakah sahabat jadi cinta terjadi di antara kita?” terucap. J
“Hahahaha… terimakasih Tuhan. Sungguh alur yang Engkau buat begitu inspiratif.”



Fiction story ini inspirasi dari gagasmedia yang mencoba menciptakan imajinasi dari penggalan cerita yang sudah dibalut dengan tema cinta. Dan menariknya di sini, kita diberikan ruang untuk mengembangkan alur dan konflik sendiri. Jadi, kita bisa semakin berkembang dalam mengeksplorasi ide. Terimakasih.

BELLYFULL

BELLYFULL

Aku ga tahu, apa yang dipikirin cowo’ saat mereka bilang, “Pokoknya aku Cuma mau sama kamu.” Hemmh kalimat itu, sebenernya punya arti ga sih??

Monday, September 22, 2014 Aku merasa kau telah punya jalan berbeda dari apa yang sebelumnya kita rencanakan. Sedikit tersinggung, namun aku tak lagi punya alasan ‘tuk katakan mengapa aku harus begini. Sebenarnya tak jadi masalah, ada jarak antara kita, tapi seakan harus dipermasalahkan saat kau bicara dengan topic garing, dan aku yang harus mempertaruhkan hati. SELALU!!!!
Kecewa, kala kau mengeluh dan menganggap semua ini hanyalah “keegoisanku”. Kau berteriak, dan menguji batas. Aku tak sekuat itu, kau tahu ???
Kau begitu susah mengimbangiku. Kekhawatiranmu mengunci semua kebebasan. Kau tak pernah mencoba keluar dari pintu duniamu. Kau begitu primitive akan cinta. Kau selalu memaksa sedang kau tak paham. Jalan di luar sana tak sekedar membuat kakimu berleleh darah, akan ada pecut berkawat menguliti hatimu, Merenggut paksa apa yang kau pertahankan, menghalang segala asa yang kau gantungkan. Keras sayang, sangat keras, begitu terjal jalan hidup untuk cinta itu. Aku tak yakin, kau siap untuk hadapi semua itu ssaat kau memilihku.

Segala ucapmu telah memagar pikirku dengan kebosanan. Ku hentak keraguan dan kau gulirkan bebatuan panas. Hammh… terobrak-abrik pearasaan. Tak kah kau lihat, I’ve had a bellyfull of your nagging... !!

Semua orang tahu, jarak bisa mengubah segalanya. Banyak yang tergadaikan atas pengorbanan, tapi tak ada yang menjamin semua itu bisa menebus “keharmonisan”. Ku harap kau tahu itu!! Ku pasrahkan engkau pada kekuatan batin, antara kejujuran dan kepercayaan. Detailnya hanyalah hati yang tahu. Sejauh ini semua baik2 saja, kita berjalan di atas jalur yang telah disediakan. Ya, kau dan aku menikmati irama cinta melantunkan syair dan terus menatap arah. Meski tak semanis mereka yang melangkah di depan, setidaknya waktu mau berikan kita ruang, dan aku menatapmu.

Cinta itu begitu tabu. Tak akan pernah sama disandingkan dengan berbagai rasa. Saat kau mencoba mengalah pada cinta itu sendiri, maka tak ada yang membuatmu yakin bahwa bahagia itu ada dalam celah hidupmu.  

Jumat, 08 Agustus 2014

Arah Hidup ??

kini tak banyak yang diimpikan oleh orang sepertiku. yang mendamba mimpi menjadi sebuah alur dari cerita hidup yang berkesan. sembari menoleh dan terus menoleh lagi, menanggapi tawaran masa llalu untuk jeda dalam keputusasaan. tak ada yang diharapkan menjadi besar, atau lebih besar lagi. hanya ingin bisa menikmati lebih dalam lagi, penderitaan yang mampu mengantar jiwa ini menjadi tangguh. kilas balik, putar kanan, putar kiri, semua tak bermakna dan semakin tak berarah. hidup ini, berat.

Yang aku tahu, aku masih belum kalah dengan keadaan. aku hanya berjanji memberikan sedikit waktu pada tubuh ini untuk sekedar "istirahat" bukan untuk menjadi seorang yang "payah".

Sekali lagi,  kita adalah perubahan yang diciptakan dari imajinasi. 

Senin, 21 April 2014

Choice of random


Akan ku jelajahi waktu dengan menunggu datangnya nada cinta yang kau ucap.
Mungkin bukan karena kamu yan g tak mau mengerti dengan naluri dan perasaan yang sebenarnya..
Janji setia hanya akan menjadi kenangan manis yang tak memiliki rangkaian arti nyata
Kemana dirimu yang dulu tak akan bisa lagi aku temukan,
Seakan jalan manapun telah buntu untuk bisa membuka cakrawala kebahagiaan
Hilangnya dirimu akan memberi satu paragraf baru dalam cerita kegagalan
Berandai-andai dengan masa lalu..
Bercerita dengan irama sesal yang melayukan 
Ada yang terkelupas tiap harinya ketika ingatan tentangmu bersemi
Hanya ketakutan yang menyempurnakan ketidakyakinan
Sudahkah ada tangan lain yang menggenggam tanganmu?
Sudahkah ada mata lain yang memperhatikanmu selain mataku?
aku tidak yakin namun aku berharap tidak

say Hi to them


Love of PAREnt
Tidak ada nama yang tak mengandung harapan. Tentu saja harapan dan do’a orangtualah yang pertama dan selalu menyertainya. Mungkin karena itu pula banyak orang yang mengatakan bahwa nama itu adalah hal keramat yang harus dipertimbangkan dengan matang setelah kelahiran bayi. Sebab nama akan mempengaruhi rezeki dan nasib seseorang. Percaya atau tidak itu hanya masalah pendapat dan itu bukan masalah. Tapi orang Jawa kebanyakan sangat mempercayai hal tersebut. Apalagi orang-orang zaman dahulu Entah darimana teori itu pertama kali tercetus.
Yah, apapun namanya prinsipnya tetap bersyukur deh. Yang penting juga bukan nama, tapi arti dibalik sebuah nama. Yup, seperti yang aku bilang, do’a dan harapan orang tua.
Harapan orang tua itu sangat tinggi pada setiap anaknya. Hmmh lebih dari sekedar usaha untuk mendapatkan materi demi memenuhi kebutuhan beragam kita, kadang harga diripun juga tak terelak untuk diabaikan demi sebuah kesempatan “membahagiakan” sang buah hati. hah.. ga ada habisnya, ngebahas jasa orang tua ya. Mau dimulai dari manapun, pasti kita ga dapat ujungnya.
Sebelumnya, ucapin Alhamdulillah dulu deh buat apa yang udah kita nikmatin sekarang, apa yang kita punya, apa yang kita rasakan. Jangan lupa juga, selalu doakan orang tua agar diberi kesehatan dan kesejahteraan dunia akhirat. Amin.
Kadang kita punya sejuta lebih alasan untuk menjelaskan mengapa kita berbeda dari orang lain. Dari segi harta? Bentuk fisik? Warna kulit? Latar belakang? Dan sederet lagi ocehan ga penting untuk mencari aman. Ga bisa dipungkiri juga, banyak dari kita yang muda terutama ABG nih, masih sering “susah” untuk nerima kondisi “sebenarnya”. Langsung saja, saya mau bahas temen2 saya yang rada “gila” nih.
Cantik, modis, dan always up to date about anything of girly. That’s a girl. Semua gadis pengen deh jadi kaya gitu. But, can’t talk too much, money is the point of everything what I said. Apalagi di tahun2 2013/14 ini “overdosis” paku payung yang namanya Korean style. Sayang banget nih, temen aku ga cukup antisipasi dengan “banjir” trend yang bikin perilaku jadi makin konsumtif. Gila aja! demi jadi “gaul” duit SPP musti dikuntit buat beli baju, aksesoris, dan barang2 yang ga penting. Ngibulin ortu juga udah kaya makan snack deh, ga ada berat2nya. Mau sekaya/semiskin apapun orang tua, ini tetep jadi masalah ya, soalnya ini udah nyangkut perkara Perilaku, ntar jatohnya ke Habit alias kebiasaan terus bisa lebih emergency lagi kalo ini jadi Karakter.
Deuuh sebenernya banyak sih, temen2 aku yang masih gila. Ga ngehargain orangtua meskipun jasanya tuh udah di depan mata. Kadang Cuma gara2 orang2 ga penting,urusan sepele, bahkan hal konyol kita rela aja tuh mulut seenaknya ngomong keras2 ma orang tua. Inget, kualat ya. Mau ga mau, perilaku kita di masyarakat juga bakal dinilai sebagai cermin dari “cara” orang tua mengajari kita dalam mendidik karakter. So, jangan sampai orang lain memberikan penilaian negative terhadap orang tua kita hanya karena kita tidak pintar2 membawa diri/bersikap di depan public ya.
Udah deh, cukup segini dulu bahas soal orang tua. Intinya.. seberapa banyak orang tua berbuat salah pada kita, seberapa banyak itulah mereka mengajari kita menjadi orang yang lebih baik. Setiap orang tua punya cara sendiri untuk menunjukkan sayang pada anaknya, tidak perlu kita membanding-bandingkannya dengan orang tua lain, yang perlu kita lakukan jadilah anak yang lebih baik dari anak lain yang sering dibanding-bandingkan dengan kita. Jika Cinta Itu Abadi, Maka Cinta Itu Ada Di Hati Orang Tua Pada Anaknya. Jika Cinta Itu Tulus Maka Itu Ada Di Kasihsayang Orang Tua Pada Anaknya. Maka muliakanlah orang tua kita ya.
NB : buat temen2 yang masih kurang perhatian ma orang tuanya, semoga hari ini bisa lebih baik lagi. Setidaknya, bisa bilang,”terimakasih” pada mereka ya. J

Kebahagiaan


( 4/21/2014 11:24:22 PM ) Semua orang tak akan pernah tahu bagaimana takdir membawa mereka. Sejauh mana kaki berjalan hanyalah terjawab untuk sebuah perjalanan hidup. Menyeberangi waktu demi sebuah keinginan atau hanya mengikuti arah. Entah bagaimana menghentikan ini, tapi serasa tak ada jalan lain terkecuali terus dan terus bergerak.
Sudah banyak orang yang kita temui meski hanya untuk singgah sekejab. Mereka memberi banyak sekali cerita untuk didaur ulang menjadi sebuah kenangan. Namun tak sedikit dari mereka memberikan duri dalam cerita. Hanya tersisa satu cara untuk bisa tersenyum sembari menikmati tusukan duri dalam daging. Bersembunyi dalam topengmu. Hingga kau punya jalan keluar untuk berteriak dan mengamuk sejadi-jadinya dalam hati.
Semua orang boleh “menilai” dari sisi mana aku dikatakan baik atau buruk. lagipula bagiku tak ada kebebasan untuk memilih bahagia, selain berfikir ulang dan mencatat kembali siapa aku sebenarnya. Kita mungkin sama, tapi semua dibuat sulit oleh rasa ingin memiliki. Aku tak ingat bagaimana menjadi pribadi yang menyenangkan. Aku tak bisa menjadi bagian dari dunia itu. Dimana kau bebas berekspresi dengan apa yang kau kehendaki. Tidak bisa.
Ada banyak tekanan di sini. Mendidih dan menguap dalam wadah tertutup. Begitu panas dan sukar untuk bisa keluar. Mungkin mereka butuh rasa senang, penghargaan, rasa dicintai, ditinggikan, dihargai, atau semacamnya. Dan ku rasa mereka bisa melakukan itu hanya seperti berjalan dengan cangkang yang mereka kenakan begitu saja tanpa membawa berat-berat perasaan orang lain. Mereka bilang, “jadilah dirimu sendiri.” “ini emang gaya gue.” “gue emang begini.” Disertai tambahan kata tanya yang menurutku begitu sombong,”kenapa? Ga suka? Masalah buat lo?” hmmmh…
Dari situ aku baru berfikir ulang dengan jalan pikiran dan pilihan orang-orang. Aku hanya prihatin dan kasihan pada orang seperti diriku ini. Jika mereka semua demikian maka orang seperti aku ini akan hidup dengan cara apa?
Kebahagiaan tak selalu harus dimengerti, ditunjukkan, diberikan alasan, bahkan dijawab. Selama orang lain bisa tersenyum dihadapanmu, maka mudah saja merasakannya bukan?! Bahkan mereka mau melihatmu sebentar, bukankah itu adalah sebuah kehidupan sederhana yang memberikan rasa teduh? Ku pikir hidup itu simple. Hanya sebuah permainan yang diberi aturan sebagaimana kepercayaan dan etika yang dianut masing-masing orang. Kita hanya berjalan sebagaimana aturan itu bicara. Sedang hasil menang kalah hanyalah sebuah “nilai” inti seberapa kuat kau bertahan menjadi orang yang paham akan makna dan tujuan hidupmu.

Jalan untuk Pulang


Strong Is Candid There

Lengkungan hari membawa jemari ini mematung di atas tanda tanya besar. Lengkap dengan kisah masa lalu yang menggantung di depan keningku yang masih mengkerut. Sembunyi-sembunyi ku tahan “kecewa” dalam sebuah tatapan haru pada langit. Langit bilang, hidup tidak sebatas patah hati karena gagal mendapatkan penghargaan. Hidup akan diisi lebih banyak lagi kisah. Lebih dari sekedar sakit, lebih dari sekedar tertawa. Ini hanya satu dari ribuan pil pahit yang harus ditelan untuk jadi hebat. Untuk jadi sekedar “dewasa”.
Berkedip lemah, mengitari iringan debu. Desir-desir angin menarik-narik rambutku. Ku rasakan sakit di jantung ini. Tak terelak, mata ini juga semakin panas. Tapi aku masih belum bisa temukan tempat untuk sekedar istirahat.

Ia menarikku untuk lebih dekat lagi menyapu remah-remah awan yang mengelilingi tanda tanyaku. Ku angkat tanganku dengan beban-beban yang melingkar di denyut nadi. Masih ku coba untuk meraih apa yang ingin ku raih. Namun langit memang begitu tinggi, tak sampai ku buka mataku kembali, akupun lelah.
Wajah-wajah itu tiba-tiba membukakan satu pintu yang telah ku tutup rapat. Mereka mengendap-endap dan perlahan sadarkanku dari perasaan ini. Sudut-sudut gelap di sini sudah cukup terang untuk buatku ingat, ada hal lain yang perlu diperjuangkan selain hal bodoh ini.
Masih meradang. Masih rasakan panas dan begitu muak. Boleh ku bakar rumah-rumah itu? Orang-orang itu? Mulut-mulut itu? Dan semua yang terlalu sibuk mengurusi hal konyol akan kesibukan orang lain?

Berapa banyak lagi rasa gatal, remuk, panas dan sesak yang harus ku berikan untuk melengkapi kebahagiaan mereka? Setahun lagi? Lima tahun? Dua puluh tahun? Ataukah seumur hidup?
Hanya keyakinan bahwa “Allah maha adil” yang membuatku masih mencoba untuk memakai topeng ini di depan mereka. Sekian kalinya, ku telan lagi sabar dan ikhlas itu.
Beranjak dan menginjak-injak kutukan hidup untuk mengeluh. Tak lebih dari sekedar omong kosong, aku ingin tersenyum. 

apa yang harus dipilih??


Tak banyak yang bisa ku ceritakan tentangmu. Terlalu indah, terlalu lembut, dan terlalu banyak episode palsu. Entahlah, apa maksud Tuhan mempertemukan kita. aku menjadi hiburan? Ataukah kau yang jadi hiburan? Semua begitu kaku. Tak ada yang bisa diyakini tentang apa yang telah diucapkan. Siapa yang bisa menjamin akan sebuah kebahagiaan jika hanya ditawar dengan janji? Kau dan aku adalah tawanan sandiwara perasaan. Aku tak berani berharap, ini menjadi lebih baik. Dan aku lebih berharap kau tak berkeinginan untuk berjalan lebih jauh lagi.
Percayalah cinta itu benar-benar penipu saat kau bicara sambil bermimpi. Sementara kau mengoceh akan perasaanmu tentang cinta itu sendiri, ia akan memberikanmu harapan-harapan yang terus mengindahkan apa yang ku anggap salah. Kau tak selalu benar. Apalagi aku. Apalagi cinta. Apalagi angan-angan ini.  Lalu apalagi yang perlu dipercayai?
Percayalah, tak banyak yang bisa ku bagi selain rasa bosan, sakit hati, kecewa, dan banyak lagi hal-hal menyedihkan. Kau tidak akan sekuat itu. Setebal apapun telingamu, ia akan jengah juga. Seberapapun kuat kau melapisi hatimu dengan perasaan cinta, ku yakin tak akan sanggup menahan sikapku yang tak bisa dimengerti. Sudahlah, lepaskan keyakinan itu.
Jika bersamaku berharap ada dunia baru yang lebih menyenangkan, maka tak akan pernah. Aku cantik hanya dengan versi cerminku sendiri, aku kaya hanya dengan tangan kosong, aku baik hanya dengan kata “apa yang bisa ku bantu?”, aku menyenangkan hanya dengan memahami dan mengalah, aku pendiam hanya dengan kesadaran aku bukan apa-apa, aku cerewet hanya dengan ingin dianggap. Nah, pilihlah.. adakah yang special dari seorang gadis kusam sepertiku? percayalah, aku begitu melelahkan.
Cinta yang ku cari hanyalah seperti udara. Tak perlu ku sebut seberapa banyak, tapi aku selalu membutuhkannya untuk bertahan. Dan aku tahu, cintamu tak demikian. ( T_T)

Sabtu, 12 April 2014

missunderstanding

Harusnya ini menjadi lebih mudah, saat kau sudah dapatkan, apa yang kau impikan dan dapat dikatan dengan cara yang lebih mudah. Itu membuatmu lebih bergairah seakan dengan banyak mimpi kau bisa mengubah takdirmu  menjadi sebuah keajaiban yang nyata. Tapi bukan berarti hanya dengan ambisi rutinitas ini adalah menjadi pilihan hidup yang membuatmu mengerti bagaimana menjadi orang yang sewajarnya tanpa ada batasan berbeda. Kau adalah dunia yang luas.
Jika mata tidak memberikanmu hal yang menyenangkan maka berikan pandangan itu pada telinga, sebab telinga tak akan bicara hal yang menyakitkan . begitulah hidup ini berjalan, bertemu banyak orang dengan ragam kepribadian yang luas, mereka memberikan banyak goresan tinta dalam buku kehidupanmu. Mereka menguatkanmu, sesekali sebaliknya. Membuatmu tak mengerti mengapa hidup hanya ada dua jalan. Terus berjalan ataukah berhenti dan pasrah…

Selasa, 25 Maret 2014

bersambung

saat ini saya sedang fokus untuk mengeja mimpi... di atas buku harapan.. a utuk alasan b untuk bertahan c untuk cinta o untuk orang tua..

Rabu, 12 Maret 2014

longing to you..


R5 – FORGET ABOUT YOU LYRICS



Oh no, here we go
Hear your voice on the radio
Like every single song is about you


Every sec that we spent
Lots of mess stuck up in my head
Gets me so distracted and confused

Baby, I think I've lost my mind
Feels like you crashed into my life
I keep on losin' track of time
I'm so messed up, yeah

I'm so messed up!

I can't remember what I did tonight
Or even yesterday
Like, dude, where's my car?
Excuse me, what's my name?

Someone gave me these clothes
I can't remember who
My mind's a total blank
But I just can't forget about you, forget about you

Think that it's comin' back
Something about the time we had
Wish that we would've been recordin'

So right, super tight
Can't recall a thing last night
But woke up with a smile in the mornin'

Baby, I think I've lost my mind
Feels like you crashed into my life
I keep on losin' track of time
I'm so messed up, yeah

I'm so messed up!

I can't remember what I did tonight
Or even yesterday
Like, dude, where's my car?
Excuse me, what's my name?

Someone gave me these clothes
I can't remember who
My mind's a total blank
But I just can't forget about you, forget about you

I just can't forget about you
(Yeah, you, you, you)
Forget about you
(Oh, I just can't forget about you)

Which way is up? Which way is down?
Can't stop this room from spinning 'round
I'm floating high, high off the ground
Caught in my head, can't get you out

I can't remember what I did tonight
Or even yesterday
Like, dude, where's my car?
Excuse me, what's my name?

Someone gave me these clothes
I can't remember who
My mind's a total blank
But I just can't forget about you, forget about you

I just can't forget about you
Forget about you

Oh, whoa
Oh, whoa, oh
Oh, whoa
Oh, oh, oh

i mean abt success


Jalan hidup kita sudah tak lagi sama. Kadang kala kita mengenal satu atau lebih orang yang tak mampu mengerti jalan pikiran kita yang mungkin sebenarnya adalah orang yang sangat kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Terkadang hidup ini sangat mengenal kelelahan yang terasa dalam benak maupun perilaku yang mungkin tak dapat kita tentukan motif yang sebenarnya ingin kita lakukan dalam menjalani hubungan yang sebenarnya.
Apakah sebenarnya  keinginan yang menjadi kekuatan terpenting adalah keyakinan akan diri sendiri. Bukan atas apa yang kita miliki atau apa yang kita inginkan pada saat itu juga. Walaupun pada nantinya akan sempat merasa ketidakadilan dalam hidup, yang dapat menjadi pegangan dalam hati hanyalah rasa yakin bahwa kita mampu. Meskipun kenyataan sering berperan negatif dalam mewujudkan apa yang kita inginkan. Namun bukankah keinginan adalah keinginan yang hanya sebatas harapan yang tak akan pernah terwujud sampai kapanpun, jika yang kita yakini hanyalah kesuksesan itu ada. Ingat yakin saja tidak cukup untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Semua hanya simbol untuk menggerakkan semua saraf dan organ tubuh kita untuk bergerak dan terus maju dalam mencapai langkah yang baru pada setiap harinya. Setiap sukses itu diperoleh orang sukses dengan melewati banyak dan beragam tantangan,resiko,dan pengalaman terlebih dahulu. Tak seorangpun di dunia ini mampu mengalami atau menikmati kesuksesan tanpa bekerja keras. Karena sejatinya sukses itu bukanlah tercapainya apa yang   kita harapkan atau kita impikan, melainkan adanya rasa bahagia ketika kita mampu melewati apa yang menjadi rintangan di kala kemarin kita menginginkan suatu keinginan. Banyak orang yang menganggap sukses itu hanya sebatas materi. Tapi kenyataan yang sebenarnya tida semua orang dapat seperti itu.

 Memang tak pernah adil menjadi pribadi yang merasa terasingkan saat semua orang merasa bahagia atas kehidupannya yang begitu terlihat sempurna, sedangkan kita masih harus berusaha lagi bahkan dari bawah dan bawah lagi, hanya untuk mendapatkan kepuasan layaknya kehidupan orang yang kita lihat.

Karena sejatinya sukses itu bukanlah tercapainya apa yang   kita harapkan atau kita impikan, melainkan adanya rasa bahagia ketika kita mampu melewati apa yang menjadi rintangan di kala kemarin kita menginginkan suatu keinginan.

 Hidup itu tidak semudah dan sesimpel apa yang sepertinya terlihat, namun jika kita bisa melihat apa yang mungkin tak terlihat maka kita akan tahu, bahwa sebenarnya ada banyak yang harus kita kejar selain materi. Namun sayang, banyak diantara kita yang terlanjur tergiur terlalu jauh dengan kemewahan yang ada. Hingga tak sedikit diantara mereka yang merasa putus asa ketika tak juga dapat menikmati apa yang mereka inginkan padahal kerja keras mereka juga tak pernah putus. Jika kita mau berfikir dengan hati, apakah sebenarnya yang kurang? Yang membuat kita menginginkan kemewahan tak juga bisa mendapatkannya, jika kita juga selalu bekerja keras. Yang kita cari adalah sesuatu yang sangat penting, bahkan sangat penting. Dengan kemewahan semua dapat berubah, kehidupan yang sebelumnya serba kurang dapat berubah menjadi cukup bahkan hingga lebih dan terhambur-hamburkan.

Selasa, 04 Maret 2014

Kosong Jiwaku


Seakan terlepas dari bayangan embun yang terjatuh lewat lamunanku yang buta, mencari dan menengadahkan pandangan lugu mengitari sosok manusia yang tengah berjejal dalam pikiran yang rumit. Sesekali ku tatap ia lewat kaca jendela yang kecil,ku pikirkan apa saja yang ku simak dari pertikaian batin malam ini, namun rasanya begitu sulit untuk dapat mengerti pendapat dan kata hati yang berjuang menunjukkan arah. Andaikan menjadi sesuatu yang mungkin bisa kubaca mungkin akan menjadi lebih berharga untuk sekedar menangkap rasa takut.

Sepertinya jiwaku tengah sakit, hingga ia tertidur dan tak ingin terbangun kembali.
Bukanlah suatu kesengajaan jika mata ini tak kuasa menatap jerami-jerami yang tengah mengeluh dingin merasakan cucuran air yang menembus tubuhnya semakin membuatnya terkikis. Bukan pula suatu alasan untuk tidak mendengar ayam berkokok sedang membusungkan dada dan menggagahkan diri lewat kenyaringan suaranya menembus dinding kandang kawannya di seberang jalan hingga tibalah ia mendengar sautan. Bukan, sungguh bukan itu yang sebenarnya tejadi, namun jika kau mau membuka nurani, semua ini adalah ketika hati menjadi asing, ketika hati tidak tahu harus menjadi siapa dan seperti apa untuk hidup dan ketika hati tengah tersesat dalam suatu renungan yang tak bertuan. Begitu ganjil dan begitu suram. Begitu gelap dan begitu dingin.

Mungkin tidak akan benar jika waktu akan menjadi mimpi bersama harapan yang terlanjur beku di dasar kekosongan hati. Seakan langit akan segera runtuh dan menimbun beberapa wajah yang sedang terlelap.  Namun sang surya tidak juga terbangun untuk mengusir penjaga malam yang buas, yang sedang berkeliaran menyandera mimpi-mimpi kami yang tengah berbunga. Seolah memang sengaja mereka menghentikan kedipan kami yang telah lelah.

Hingga sekarang aku harus merajut kepercayaan diri untuk sekedar tinggal dalam dunia yang kecil bersama diriku sendiri. Aku mengetahui rasanya sakit itu adalah lebih dari sekedar airmata yang jatuh. Aku merasakan ini adalah ketika hujan itu tak lagi ada untuk menjadi penghilang rasa panas. Mungkin akan menjadi sesuatu yang tak bisa ku mengerti hingga kicauan burung telah menyambut embun pagi yang mengembang di atas dedaudan esok pagi.

Apakah benar ada nafas lain yang terhembus saat aku mengucapkan kata cinta untuk sang Khalik. Apakah benar ada jiwa-jiwa yang tengah mengerumuniku ketika aku sedang tak lagi berdaya menunggu keajaiban. Dan apakah benar ada debu-debu suci yang terhimpit lewat gesekan tangan dan wajahku ketika aku mengaminkan do’a dikala orang-orang sedang mendengkur. Mungkin salah satu ruang di sana, para malaikatku tengah menatap wajahku dengan harapan yang besar. Seiring dengan gerak bibirnya yang tergigit pedih menahan air mata. Mungkin itu adalah isyarat untuk tidak menangisi tubuhku yang mulai kurus sedang terkulai di atas bulu-bulu angsa yang terselimuti kain putih, isyarat untuk tidak mendengar mulutku mengeluh ketika rasa sakit ini kembali mencumbu kedamaian yang ku sembunyikan dalam jantungku. Aku memang mengerti rasanya, namun aku tak mengerti cara menghentikan mereka, karena darah yang mereka alirkan dalam nadiku menyimpan kasih sayang yang begitu murni tanpa bisa ku hentikan dengan sendirinya. Tapi itulah yang menjadi alasan kemungkinan mengapa tangan dari Izrail belum juga memapahku.

waiting and looking 4 something


Hari ini terlewati dengan buruk .3/4/2014 9:38:15 PM semua yang terencana menjadi cuilan hari yang pahit. Aku termakan sakit. Nafasku susah dan kepalaku tak ingin mengerti bagaimana seharusnya kuat. Aku hanya terlelap dalam pikiranku yang tak bisa terjawab. Ada perasaan sepi dan bosan yang telah membatasi jalan mimpiku. Aku kebanyakan berhayal dengan ungkapan manis dari cerita fiktifku sendri. Kadang ada yang membuatku merasa begitu tak berguna dengan banyak impian kosong yang menyandingku. Aku semakin bosan sendiri dengan harapan yang ku palsukan karena keadaan. Menyakitkan. Ada yang mengerti apa yang aku pikirkan ? sejatinya aku bukan pribadi yang monoton dengan segala keunikan. Seperti halnya mereka yang punya ambisi besar untuk menjadi lebih dari orang di sekitarnya. Aku merasa jalan ini terlalu sulit untuk dianggap mudah.

Akhir-akhir ini aku sering berfikir akan kematian. Dimana ada ketakutan berlebih pada apa yang telah ku lakukan semasa “gila” masih menjadi pilihan. Begitu keras, tapi aku tak paham bagaimana mengungkapkan. Rasa lelah ini membujukku untuk terus bermimpi degan sisa harapan. Aku memang tak begitu bisa mengandalkan kemampuanku menjelajahi duniaku sendiri, tapi aku tak punya kuasa menghentikan denyut cita yang mengangkat daguku untuk tidak lagi bertatap dengan masa lalu. Ini sangat pahit.
Ingin menangis dan berharap perhatian dari seseorang. Ingin ciptakan cinta dari bagian yang hilang. Tidak bisa mengerti, namun aku merasakan sesuatu yang mengganjal. Dimana? Dalam kenyataan.

love meet fool


Aku merasa lengkap dengan semua kekurangan dan kelebihan ini. Semua seakan begitu mudah saat kau merangkulku dengan banyak senyuman hangat. Tak mengerti mengapa jiwaku tenang hanya dengan mendengarmu bicara. Bukan sesuatu yang penting, tapi kau memalingkan wajahmu ke arahku dengan tatapan yang tak bisa ku tebak. Aku selalu terhanyut. Hanya dengan suasana dan kebiasaan ini. Kau membuatku mengerti bagaimana sebuah ketulusan itu mencair hanya dengan melepaskan segala beban penat ini dalam masa gelap.

Seolah hanya dengan hal-hal kecil manis yang kau taburkan dalam hari-harikulah yang membuatku ingin mengerti sekali lagi bagaimana hidup bahagia itu. Banyak yang menggumpal di sini. Sedang aku hanya sendirian dengan kenyataan. Seribu pengandaian telah ku bakar dalam jejak-jejak hari. Aku ingin ditemukan, tapi waktu mengajariku sabar bersama dengan tekanan ini. Aku masih mencari namun terkadang ada yang membuatku lelah.

Hidupku, hanya tentang aku dan pencarian. Antara alasan dan tanda tanya. Segalanya, menjadi sulit dengan ketakutan ini. Semuanya menjadi mudah dengan keyakinan ini. Tapi semua tak bisa ku hidupkan lebih lama. Aku bukan orang yang paham dengan kebahagiaan. Tapi aku juga bukan orang yang tak pernah bersyukur dengan apa yang telah diberkan. Tapi ini tentang bagaimana kau ingat, ada banyak yang telah kukumpulkan dan ada banyak yang hilang dan terambil. Aku ini hanya bayangan tipis dari masa depan takdirku. Aku ini putaran awan yang menunggu hujan dan petir.
Ku harap kau tak lelah mendengarku bicara. Tak lelah mendengarku mengeluh akan ketidakseimbangan. Dan selalu membiarkanku bebas dalam dunia kecil bersamamu. Aku tak lagi mengerti apa yang harus ku cari selain waktu.

Warnai aku dengan banyak ceritamu, dan aku akan terlelap untuk kembali hidup dengan ragam impiku yang tersandar jera. Aku bukan orang yang mudah mengerti perasaan itu bagaimana, jika aku tak melihatmu menatapku dengan suasana ini. Beri aku senyuman tatapan dan sekilas kedipan berbeda. Beri aku waktu sebentar, lalu bawa aku berlari di atas pecahan kaca itu. Sebab aku telah siap menari. Sekalipun itu harus berbalut sobekan luka. Kau bersamaku dan tak ada lagi yang membuatku sakit. Akupun tak paham, tapi aku selalu ingin mencoba lebih dalam lagi, lebih sakit lagi, lebih kuat lagi, dan lebih pahit lagi. Selagi kau mengerti, aku membutuhkanmu seperti aku membutuhkan waktu aku tak mungkin mundur dan menunduk.

Ingat dengan angin ini? Ia pernah menyentuh rambutmu, dan matamu berbicara padaku. Sebentar lagi, sebentar lagi. Masih ada yang ingin ku lekatkan di hatimu. Perasaan aneh ini dan seribu lebih tanda tanya akan keraguanku. Dan jangan beri aku waktu lebih lama dari dua menit, beri aku kepastian dan sambutlah lebih hangat lagi cinta ini. Aku mengerti, kau dan aku adalah bagian dari takdir .

Jumat, 24 Januari 2014

Take This Hurt


Telah lama aku menunggunya dengan mata yang hampir tak pernah terpejam, hanya untuk sekedar tahu ada apa dengan keadaannya. Namun sepertinya apa yang aku harapkan ini tidaklah menjadi keinginan untuknya, hingga matahari munculpun ia tetap menutup mata dan telinganya untuk tidak melihat maupun mendengarku. Harus bagaimana untuk bisa mengetahui seberapa berartinya aku untuknya, jika tak pernah lagi aku melangkah sejajar dengan kakinya yang dulu selalu setia menemaniku menyusuri jalan-jalan kala kami terbiasa bersama.

Sepertinya ini bukan lagi cinta. Bahkan aku merasa bahwa aku hanya sedang berharap. Rasa ini membuatku sedikit cemas. Tapi aku masih saja ingin selalu menunggunya. Aku tak pernah menghitung, setelah bulan demi bulan berlalu, sudahkah sebanyak seribu kali aku mengucapkan  “aku mencintaimu” di dalam setiap pesan dan do’aku untuknya. Aku terlihat seperti orang bodoh, menunggu seseorang yang mungkin saat ini sedang berusaha melupakanku. Tapi hanya ini yang bisa ku lakukan untuk bisa mempercayai bahwa kami memang pernah saling mencintai.

Tapi aku semakin tak paham. Tatkala rindu ini masih terngiang dalam mimpi, kau benar datang mengungkap misteri keberadaan. Aku lega kau masih hidup dalam bahagia raga yang bisa ku lihat. Namun ku masih tak mengerti maksud acuh yang kau ajarkan kala kita kembali bertemu. Seperti inikah jawaban atas pengorbanan? Seperti inikah tanda menghargai suatu rasa? Aku sedikit sadar, aku memang bodoh sekarang.
 Ku pendam sejenak rasa ingin dalam ucapku yang ku harap bisa terlontar. Rasanya masih sakit. Rasanya bahkan terlalu sakit.

Ku tegarkan hati dalam memandangmu berlalu. Masih ku harap kau sedikit menoleh melihatku yang tengah menatap. Tapi ada yang salah. Aku hanya menggenggam bayanganmu. Kita hanyalah susunan huruf  yang tak kan lagi bisa menjelma menjadi satu. Aku bisa mengerti………. Namun aku tak ingin mengerti… 

Waiting For the Result of UN 2013


Tinggal beberapa jam lagi pengumuman kelulusan akan diumumkan. Sekarang sekitar pukul 22.35 an. Tak bisa ku gambarkan bagaimana perasaan ini. Banyak yang menghibur untuk tetap dan selalu optimis. Dan aku juga meyakini semuanya akan baik-baik saja.. seperti apa yang aku harapkan. Kata-kata yang ku dengar dari banyak orang hari ini, membuatku mampu membangun kepercayaan. Setidaknya ini menjadikan pikiranku lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Kini entah dengan apa aku bisa bernafas dan menulis kata-kata ini dalam lembar baru yang tadinya kosong. Hanya mengikuti kata apa yang ingin ku utarakan, semuanya jadi lebih mudah.

Aku memang sempat memikirkannya, tapi aku tak lagi ingin memprediksi apa yang tidak seharusnya. Biarkan kehendak Allah yang menjawabnya. Toh apapun yang ku pikirkan, semua telah diketahui oleh NYa. Hanya dengan kepasrahan dan harapan yang besar aku berani menyatakan permohonan kelulusan. Demi siapa akupun tak mengerti mengapa kadang aku begitu takut, untuk membuka mata di hari esok. Kadang akupun berfikir untuk mengakhiri semuanya dengan satu kebodohan yang menyedihkan. Seperti manusia yang putus asa tak punya iman, pemikiran itu ada dan membayangi. Dasar setan###

Bagaimana aku besok bisa bangun? Apakah hanya dengan kehampaan? Ataukah malah dengan semangat yang begitu besar pula? Tak ada yang bisa aku jawab untuk menjawab semua ini. Sekarang aku sendiri seakan tak lagi punya nafas tenang. Aku tahu aku percaya, aku tahu aku tenang dan hatiku memahami. Entah karena apa, jauh dari balik sarafku yang  sepertinya retak itu, aku menjadi khawatir dan tak karuan. Ya aku yakin, apa yang aku kerjakan kemarin adalah kesuksesan yang telah aku perjuangkan. Dan aku berhasil mengerjakannya dengan rintihan do’a dan harapan. Meski hanya sesekali aku ingin menghentikan waktu dan kembali mengerjakanny, tapi entahlah pikiranku kembali buntu. Tidak ada yang bisa mengerti akan ketakutan ini. Banyak yang ku sembunyikan dari balik kata-kata yang kuumbar lewat keyakinan yang sebenarnya aku sendiri masih belum terlalu tegar untuk meyakininya menjadi sebuah pendirian. Namun mereka setidaknya menjadi lebih tenang dan bisa bernafas untuk bisa berfikir positif. Lagipula siapa yang percaya dengan pikiran ini?

Darimana lagi aku mencari kata. Aku sendiri begitu terpuruk bersembunyi dari rasa takut. Jangan bayangkan bagaimana itu terjadi. Hanya pikirkan saja bagaimana semuanya bisa teratasi dengan satu optimis. Boleh aku berteriak? Aku mulai lagi. Ah sudahlah…. Ini hanya perumpamaan. Semuanya masih belum terjadi. Kita boleh saja membanting pintu dan duduk di pojokan kamar yang gelap. Sambil merenungkan kemungkinan-kemungkinan gila yang harusnya mati.