Cerita Cinta
Kisah cinta memang
tak pernah menceritakan hal-hal yang membosankan.
Selalu ada bunga
dan cahaya yang memberikan penawar kegersangan maupun kepenatan atas terjal dan
lapangnya jalan hidup.
Betapapun kisah itu
buntu tapi setiap awal ataupun akhirnya selalu memberikan kesan yang bermakna.
Antara bagian
mutlak dari sisipan kehidupan, dimana perantara cerita adalah pertemuan dan
perpisahan.
Sedangkan pionir
akan pertemuan dan perpisahan itulah yang menjadikan hidup adalah cerita.
Keduanya selalu
menciptakan rasa.
Kadang kala tak
pernah bisa diungkap, seputih dan segelap apakah warna rasa yang melumat habis
detak jantung dan merahnya hati.
Pandangan pertama,
bertatap wajah, dan semua hal kecil yang menggelikan dalam kisah cinta selalu
menyenangkan untuk dilanjutkan menjadi khayalan nyata.
Namun lebih dari
kisah, semua orang menanti akan keabadian dari rasa cinta itu sendiri. Yang
kata-katanya tak pernah lekang oleh waktu.
Lantas, cinta yang
seperti apakah yang demikian itu??
Yang dipertahankan
dengan dasar-dasar apa saja??
Yang dirawat dengan
bagaimanakah??
Akupun tak pernah
mengerti, atas apa-apa yang bisa dan mampu menjadikan hati bisa bergetar, dan
dunia bak berhenti ketika otak menamai moment tersebut dengan jatuh cinta.
Sedang hati sendiri
tak mampu menjawab dera lekuk cinta yang menggerogotinya.
Dan jika
tanda-tanda kenormalan sudah mulai pudar, dan bertolak jalan mempertanyakan
kewarasan akan tingkah aneh mendamba cinta.
Bertanya-tanya maka
tak ada plang yang memberikan arah.
Menyusur-nyusur jalan,
menatap langit dan mengharap langit akan tetap biru meski hujan sudah mengguyur
sekujur tubuh.
Cinta .. cinta…
pelik benar kau menuntun raga untuk menjadi bagian dari keindahanmu yang sukar
‘tuk dipertahankan dalam keseragaman hati akan tujuan dan mimpi. Kebersamaan dalam
merawat sebuah benih yang tak berlahan.
Tapi, begitulah
cinta itu bertahan dengan segenap teka-tekinya.
Meski masih abu-abu
lengkungan pelangi yang ia bawa, tetap saja auranya tak pernah mengeringkan
hasrat untuk terus memandangnya.
Harap lebih, mata
menembus kefiktifan akan ragu dan menyatukan masa depan bersama cinta yang
melengkungkan hati serta menancapkan kisahnya seiring dunia ini ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar