Aku merasa lengkap dengan semua
kekurangan dan kelebihan ini. Semua seakan begitu mudah saat kau merangkulku
dengan banyak senyuman hangat. Tak mengerti mengapa jiwaku tenang hanya dengan
mendengarmu bicara. Bukan sesuatu yang penting, tapi kau memalingkan wajahmu ke
arahku dengan tatapan yang tak bisa ku tebak. Aku selalu terhanyut. Hanya
dengan suasana dan kebiasaan ini. Kau membuatku mengerti bagaimana sebuah
ketulusan itu mencair hanya dengan melepaskan segala beban penat ini dalam masa
gelap.
Seolah hanya dengan hal-hal kecil
manis yang kau taburkan dalam hari-harikulah yang membuatku ingin mengerti
sekali lagi bagaimana hidup bahagia itu. Banyak yang menggumpal di sini. Sedang
aku hanya sendirian dengan kenyataan. Seribu pengandaian telah ku bakar dalam
jejak-jejak hari. Aku ingin ditemukan, tapi waktu mengajariku sabar bersama
dengan tekanan ini. Aku masih mencari namun terkadang ada yang membuatku lelah.
Hidupku, hanya tentang aku dan
pencarian. Antara alasan dan tanda tanya. Segalanya, menjadi sulit dengan
ketakutan ini. Semuanya menjadi mudah dengan keyakinan ini. Tapi semua tak bisa
ku hidupkan lebih lama. Aku bukan orang yang paham dengan kebahagiaan. Tapi aku
juga bukan orang yang tak pernah bersyukur dengan apa yang telah diberkan. Tapi
ini tentang bagaimana kau ingat, ada banyak yang telah kukumpulkan dan ada
banyak yang hilang dan terambil. Aku ini hanya bayangan tipis dari masa depan
takdirku. Aku ini putaran awan yang menunggu hujan dan petir.
Ku harap kau tak lelah mendengarku
bicara. Tak lelah mendengarku mengeluh akan ketidakseimbangan. Dan selalu membiarkanku
bebas dalam dunia kecil bersamamu. Aku tak lagi mengerti apa yang harus ku cari
selain waktu.
Warnai aku dengan banyak ceritamu, dan
aku akan terlelap untuk kembali hidup dengan ragam impiku yang tersandar jera.
Aku bukan orang yang mudah mengerti perasaan itu bagaimana, jika aku tak
melihatmu menatapku dengan suasana ini. Beri aku senyuman tatapan dan sekilas
kedipan berbeda. Beri aku waktu sebentar, lalu bawa aku berlari di atas pecahan
kaca itu. Sebab aku telah siap menari. Sekalipun itu harus berbalut sobekan
luka. Kau bersamaku dan tak ada lagi yang membuatku sakit. Akupun tak paham,
tapi aku selalu ingin mencoba lebih dalam lagi, lebih sakit lagi, lebih kuat
lagi, dan lebih pahit lagi. Selagi kau mengerti, aku membutuhkanmu seperti aku
membutuhkan waktu aku tak mungkin mundur dan menunduk.
Ingat dengan angin ini? Ia pernah
menyentuh rambutmu, dan matamu berbicara padaku. Sebentar lagi, sebentar lagi.
Masih ada yang ingin ku lekatkan di hatimu. Perasaan aneh ini dan seribu lebih
tanda tanya akan keraguanku. Dan jangan beri aku waktu lebih lama dari dua
menit, beri aku kepastian dan sambutlah lebih hangat lagi cinta ini. Aku
mengerti, kau dan aku adalah bagian dari takdir .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar