Kamis, 04 Desember 2014

Secreet Admirer

Secreet Admirer
12/4/2014 3:06:32 PM

Hari ini kau tanyakan padaku, apakah aku rindu sebab tak melihatmu seharian, J bualan ataukah omong kosong tapi kau membuatku senang. Sebenarnya lebih dari itu, kau membalas pesanku dan kita bicara cukup banyak, tak bisa ku hitung berapa banyak aku tersenyum malam ini.
Aku juga tak lagi paham, mengenai perasaan ini, karena selama melihatmu, hanyalah sandiwara akan sebuah peran menjadi rekan yang baik. Tak mengapa, setidaknya ada hari dimana Kau membuatnya special.
Entahlah, mengapa kau begitu memikat imajinasiku ‘tuk melayang dengan keanggunan kisah cinta yang tak pernah terbayangkan. Padahal logikakupun ‘tlah mengantarkan surat pernyataan tentang segala perbedaan dan minusitis tentangmu dan kita. tapi kau hebat, selalu hanya dengan tersenyum sembari membasahi rambutmu di depanku, membuatku tak ingin beranjak lebih dulu.
Ya mungkin saja, aku dan khayal ku ini sudah terlalu gila. Berharap menjadi salah satu antara banyaknya keindahanmu.

Menjadi pendiam agar kau sering bicara padaku, menjadi cerewet agar kau bisa sedikit mendengarku, menjadi sedikit lebih cantik agar kau melirikku, menjadi lebih jelek agar kau menggerutuiku, menjadi lebih hebat agar kau mengandalkanku, menjadi lebih bodoh agar kau mengajariku, menjadi selalu ada agar kau anggap, menjadi hilang agar kau rindu. Ooh betapa kau tahu? Itu semua sangat melelahkan, tapi itulah caraku bahagia. Semuanya karenamu.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar