Kamis, 04 Desember 2014

SCRABBLE

SCRABBLE

Ada apa denganku Tuhan??? Seharian tadi aku tak bisa berfikir jernih. Kepalaku pening, semua berputar-putar dan membuatku ingin terjungkal. Ooh… aku tak ingin berhenti disini Tuhan tapi mengapa yang ada malah rasa sakit yang sedemikian pedih. aku belum ingin putus asa mengapa pula tuhan , jalan setapakku juga harus dipenuhi duri ?
Aku tak bisa menjerit terlalu keras, dan muncul di depan mereka dengan wajah seperti ini. aku tak bisa menangis sedang mulutku sudah berusaha keras untuk tertawa, aku hanya bisa menikam hatiku sendiri untuk bisa bertahan dengan derita ini Tuhan. Tapi ku mohon jangan terlalu dalam Kau tancapkan sakit pada raga reotku ini Tuhan, tak kuasa aku membawanya pulang dengan beban baru.
Sebenarnya ada apa dengan kaki ini pula Tuhan?? Mengapa semakin hari semakin sakit?? Semakin memilukan, semakin membuatku meringis saat berjalan, bahkan sekarang aku harus memanjakannya dengan berjalan pelan. Padahal dia tahu, aku tak punya banyak waktu untuk itu.

Lembar demi lembar hari aku masih bisa berjalan, tapi ketika pulang ke rumah tak mengerti mengapa hatiku sesak sesesak-sesaknya dipenuhi batu dan ular beracun. Ibu sakit lagi dan lagi-lagi orang-orang mengataiku semudah mengelus jidatnya. Mereka pikir selama ini aku berjalan di atas angin dan hanya melambai-lambai pada surya?? Benar-benar bedebah.

Dan sekali lagi Tuhan, aku ingin menjedotkan kepalaku ke tembok hingga rasa sakit ini hilang. Menjadi ragil dengan sayap patah sebelah, dan helm yang tak bisa dilepaskan dari kepalaku. Hmmh …. Berat……….berat……….
Apalagi yang bisa dilakukan untuk menghibur hati yang remuk ini?? serasa aku tak punya lelucon untuk membuatnya sekedar sekejab menari. Dalam riang sinar mentari maupun dalam hangat senja hanyalah tapak dangkal airmata yang mampu mengayak lelah menjadi butiran harap kembali.


Hanya kepala ini Tuhan, yang kuharap bisa lebih kuat untuk melindungi otakku yang benar-benar sakit. Sedang hatiku, biarlah ia mencari nafasnya sendiri, tertawa dengan cucuran kegetiran dan tekanan yang mencekiknya. Aku akan lebih keras lagi mencari rongsokan kenangan, dan mengais sisa-sisa kebahagiaan yang pernah ia rasakan dulu. Hingga suatu ketika dia akan tahu, betapa aku berjuang untuk memberinya kesabaran lebih dari sekedar sabar. Getting Stronget than ever….. T_T (12/4/2014 3:04 PM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar