SCRABBLE
Ada
apa denganku Tuhan??? Seharian tadi aku tak bisa berfikir jernih. Kepalaku
pening, semua berputar-putar dan membuatku ingin terjungkal. Ooh… aku tak ingin
berhenti disini Tuhan tapi mengapa yang ada malah rasa sakit yang sedemikian
pedih. aku belum ingin putus asa mengapa pula tuhan , jalan setapakku juga
harus dipenuhi duri ?
Aku
tak bisa menjerit terlalu keras, dan muncul di depan mereka dengan wajah
seperti ini. aku tak bisa menangis sedang mulutku sudah berusaha keras untuk
tertawa, aku hanya bisa menikam hatiku sendiri untuk bisa bertahan dengan
derita ini Tuhan. Tapi ku mohon jangan terlalu dalam Kau tancapkan sakit pada
raga reotku ini Tuhan, tak kuasa aku membawanya pulang dengan beban baru.
Sebenarnya
ada apa dengan kaki ini pula Tuhan?? Mengapa semakin hari semakin sakit??
Semakin memilukan, semakin membuatku meringis saat berjalan, bahkan sekarang
aku harus memanjakannya dengan berjalan pelan. Padahal dia tahu, aku tak punya
banyak waktu untuk itu.
Lembar
demi lembar hari aku masih bisa berjalan, tapi ketika pulang ke rumah tak
mengerti mengapa hatiku sesak sesesak-sesaknya dipenuhi batu dan ular beracun. Ibu
sakit lagi dan lagi-lagi orang-orang mengataiku semudah mengelus jidatnya.
Mereka pikir selama ini aku berjalan di atas angin dan hanya melambai-lambai
pada surya?? Benar-benar bedebah.
Dan
sekali lagi Tuhan, aku ingin menjedotkan kepalaku ke tembok hingga rasa sakit
ini hilang. Menjadi ragil dengan sayap patah sebelah, dan helm yang tak bisa
dilepaskan dari kepalaku. Hmmh …. Berat……….berat……….
Apalagi
yang bisa dilakukan untuk menghibur hati yang remuk ini?? serasa aku tak punya
lelucon untuk membuatnya sekedar sekejab menari. Dalam riang sinar mentari
maupun dalam hangat senja hanyalah tapak dangkal airmata yang mampu mengayak
lelah menjadi butiran harap kembali.
Hanya
kepala ini Tuhan, yang kuharap bisa lebih kuat untuk melindungi otakku yang
benar-benar sakit. Sedang hatiku, biarlah ia mencari nafasnya sendiri, tertawa
dengan cucuran kegetiran dan tekanan yang mencekiknya. Aku akan lebih keras
lagi mencari rongsokan kenangan, dan mengais sisa-sisa kebahagiaan yang pernah
ia rasakan dulu. Hingga suatu ketika dia akan tahu, betapa aku berjuang untuk
memberinya kesabaran lebih dari sekedar sabar. Getting Stronget than ever….. T_T
(12/4/2014 3:04 PM)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar