( 4/21/2014 11:24:22 PM ) Semua orang tak akan pernah tahu bagaimana
takdir membawa mereka. Sejauh mana kaki berjalan hanyalah terjawab untuk sebuah
perjalanan hidup. Menyeberangi waktu demi sebuah keinginan atau hanya mengikuti
arah. Entah bagaimana menghentikan ini, tapi serasa tak ada jalan lain
terkecuali terus dan terus bergerak.
Sudah banyak orang yang kita temui
meski hanya untuk singgah sekejab. Mereka memberi banyak sekali cerita untuk
didaur ulang menjadi sebuah kenangan. Namun tak sedikit dari mereka memberikan
duri dalam cerita. Hanya tersisa satu cara untuk bisa tersenyum sembari
menikmati tusukan duri dalam daging. Bersembunyi dalam topengmu. Hingga kau
punya jalan keluar untuk berteriak dan mengamuk sejadi-jadinya dalam hati.
Semua orang boleh “menilai” dari
sisi mana aku dikatakan baik atau buruk. lagipula bagiku tak ada kebebasan
untuk memilih bahagia, selain berfikir ulang dan mencatat kembali siapa aku
sebenarnya. Kita mungkin sama, tapi semua dibuat sulit oleh rasa ingin
memiliki. Aku tak ingat bagaimana menjadi pribadi yang menyenangkan. Aku tak
bisa menjadi bagian dari dunia itu. Dimana kau bebas berekspresi dengan apa
yang kau kehendaki. Tidak bisa.
Ada banyak tekanan di sini.
Mendidih dan menguap dalam wadah tertutup. Begitu panas dan sukar untuk bisa
keluar. Mungkin mereka butuh rasa senang, penghargaan, rasa dicintai,
ditinggikan, dihargai, atau semacamnya. Dan ku rasa mereka bisa melakukan itu
hanya seperti berjalan dengan cangkang yang mereka kenakan begitu saja tanpa
membawa berat-berat perasaan orang lain. Mereka bilang, “jadilah dirimu
sendiri.” “ini emang gaya gue.” “gue emang begini.” Disertai tambahan kata tanya
yang menurutku begitu sombong,”kenapa? Ga suka? Masalah buat lo?” hmmmh…
Dari situ aku baru berfikir ulang
dengan jalan pikiran dan pilihan orang-orang. Aku hanya prihatin dan kasihan
pada orang seperti diriku ini. Jika mereka semua demikian maka orang seperti
aku ini akan hidup dengan cara apa?
Kebahagiaan tak selalu harus
dimengerti, ditunjukkan, diberikan alasan, bahkan dijawab. Selama orang lain
bisa tersenyum dihadapanmu, maka mudah saja merasakannya bukan?! Bahkan mereka
mau melihatmu sebentar, bukankah itu adalah sebuah kehidupan sederhana yang
memberikan rasa teduh? Ku pikir hidup itu simple. Hanya sebuah permainan yang
diberi aturan sebagaimana kepercayaan dan etika yang dianut masing-masing
orang. Kita hanya berjalan sebagaimana aturan itu bicara. Sedang hasil menang
kalah hanyalah sebuah “nilai” inti seberapa kuat kau bertahan menjadi orang
yang paham akan makna dan tujuan hidupmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar