Senin, 21 April 2014

apa yang harus dipilih??


Tak banyak yang bisa ku ceritakan tentangmu. Terlalu indah, terlalu lembut, dan terlalu banyak episode palsu. Entahlah, apa maksud Tuhan mempertemukan kita. aku menjadi hiburan? Ataukah kau yang jadi hiburan? Semua begitu kaku. Tak ada yang bisa diyakini tentang apa yang telah diucapkan. Siapa yang bisa menjamin akan sebuah kebahagiaan jika hanya ditawar dengan janji? Kau dan aku adalah tawanan sandiwara perasaan. Aku tak berani berharap, ini menjadi lebih baik. Dan aku lebih berharap kau tak berkeinginan untuk berjalan lebih jauh lagi.
Percayalah cinta itu benar-benar penipu saat kau bicara sambil bermimpi. Sementara kau mengoceh akan perasaanmu tentang cinta itu sendiri, ia akan memberikanmu harapan-harapan yang terus mengindahkan apa yang ku anggap salah. Kau tak selalu benar. Apalagi aku. Apalagi cinta. Apalagi angan-angan ini.  Lalu apalagi yang perlu dipercayai?
Percayalah, tak banyak yang bisa ku bagi selain rasa bosan, sakit hati, kecewa, dan banyak lagi hal-hal menyedihkan. Kau tidak akan sekuat itu. Setebal apapun telingamu, ia akan jengah juga. Seberapapun kuat kau melapisi hatimu dengan perasaan cinta, ku yakin tak akan sanggup menahan sikapku yang tak bisa dimengerti. Sudahlah, lepaskan keyakinan itu.
Jika bersamaku berharap ada dunia baru yang lebih menyenangkan, maka tak akan pernah. Aku cantik hanya dengan versi cerminku sendiri, aku kaya hanya dengan tangan kosong, aku baik hanya dengan kata “apa yang bisa ku bantu?”, aku menyenangkan hanya dengan memahami dan mengalah, aku pendiam hanya dengan kesadaran aku bukan apa-apa, aku cerewet hanya dengan ingin dianggap. Nah, pilihlah.. adakah yang special dari seorang gadis kusam sepertiku? percayalah, aku begitu melelahkan.
Cinta yang ku cari hanyalah seperti udara. Tak perlu ku sebut seberapa banyak, tapi aku selalu membutuhkannya untuk bertahan. Dan aku tahu, cintamu tak demikian. ( T_T)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar