Tak banyak yang bisa ku ceritakan tentangmu.
Terlalu indah, terlalu lembut, dan terlalu banyak episode palsu. Entahlah, apa
maksud Tuhan mempertemukan kita. aku menjadi hiburan? Ataukah kau yang jadi
hiburan? Semua begitu kaku. Tak ada yang bisa diyakini tentang apa yang telah
diucapkan. Siapa yang bisa menjamin akan sebuah kebahagiaan jika hanya ditawar
dengan janji? Kau dan aku adalah tawanan sandiwara perasaan. Aku tak berani
berharap, ini menjadi lebih baik. Dan aku lebih berharap kau tak berkeinginan untuk
berjalan lebih jauh lagi.
Percayalah cinta itu benar-benar penipu saat kau
bicara sambil bermimpi. Sementara kau mengoceh akan perasaanmu tentang cinta
itu sendiri, ia akan memberikanmu harapan-harapan yang terus mengindahkan apa
yang ku anggap salah. Kau tak selalu benar. Apalagi aku. Apalagi cinta. Apalagi
angan-angan ini. Lalu apalagi yang perlu
dipercayai?
Percayalah, tak banyak yang bisa ku bagi selain
rasa bosan, sakit hati, kecewa, dan banyak lagi hal-hal menyedihkan. Kau tidak
akan sekuat itu. Setebal apapun telingamu, ia akan jengah juga. Seberapapun
kuat kau melapisi hatimu dengan perasaan cinta, ku yakin tak akan sanggup
menahan sikapku yang tak bisa dimengerti. Sudahlah, lepaskan keyakinan itu.
Jika bersamaku berharap ada dunia baru yang lebih
menyenangkan, maka tak akan pernah. Aku cantik hanya dengan versi cerminku
sendiri, aku kaya hanya dengan tangan kosong, aku baik hanya dengan kata “apa
yang bisa ku bantu?”, aku menyenangkan hanya dengan memahami dan mengalah, aku
pendiam hanya dengan kesadaran aku bukan apa-apa, aku cerewet hanya dengan
ingin dianggap. Nah, pilihlah.. adakah yang special dari seorang gadis
kusam sepertiku? percayalah, aku begitu melelahkan.
Cinta yang ku cari hanyalah seperti udara. Tak
perlu ku sebut seberapa banyak, tapi aku selalu membutuhkannya untuk bertahan. Dan
aku tahu, cintamu tak demikian. ( T_T)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar