Jumat, 18 November 2016

HIDUP DAN SEMPURNA


Jika ada pilihan untuk menjadi sempurna mungkin semua orang tak akan pernah menyadari susahnya menjadi diri sendiri. Sedangkan sempurna dianggap menjadi nilai ideal bagi mereka yang mengagungkan sisi positif dari berbagai karakter. Tentu saja “sempurna” selalu menjadi hal berbeda dalam setiap pandangan orang.
Kini ada banyak sekali kisah. Antara kedua sisi yang selalu menjadi perbandingan. Tak hanya sinonim antonym melainkan membunuh kodrat dan mencari indah dalam gelap.
Banyak sekali dari mereka mengatakan aku ini payah, remeh, ga ada apa-apanyalah, just a simple word, I am just an underdog.
Hmmmh… mungkin saja, mereka semua benar. Tak ada yang lebih baik dariku untuk layak disandingkan dengan apa yang mereka miliki, selain raga yang ku bawa ini. Tapi menyakitkan, jika masih juga ada segelintir orang yang masih menyela “ini” menjadi sebuah lelucon. Baiklah, jika hidup itu diawali kasih sayang, maka aku juga mendapatkannya, mereka punya teman-teman dan tetangga-tetangga yang “waras”, akupun juga. Hanya saja, porsinya yang berbeda.
Sebenarnya apa sih yang membuatku tak bisa mengerti kebahagiaan diri sendiri?? Hmmh tentang kebahagiaan? Ataukah kepuasan? Atau malah sebuah obsesi?
. Meski mungkin tak sebanyak dan seberuntung mereka. Jika hidup itu diiringi tawa kebahagiaan bersama orang-orang tercinta, akupun juga merasakannya. Meski hanya sekali seumur hidup, dan amnesia karena perubah takdir. Jika hidup itu tentang Ibu, maka aku juga sama seperti mereka, mencintai dan dicintai. Jika hidup itu tentang Ayah, maka tak ada yang berbeda pula. 

Minggu, 13 November 2016

semoga lagu ini bisa menembus mimpimu malam iNI. selamat tinggal


Troye Sivan - The Fault In Our Stars

The weight
Beban
Of a simple human emotion
Emosi manusia yang sederhana
Weighs me down
Membebaniku
More than the tank ever did
Lebih berat daripada yang pernah ditanggung sebuah tank
The pain
Rasa sakitnya
It's determined and demanding
 Sudah pasti dan mendera
to ache, but I'm okay
untuk terus terasa sakit, tapi aku baik-baik saja
And I don't want to let this go
Aku tak ingin kehilangan
I don't want to lose control
Aku tak ingin lepas kendali
I just want to see the stars with you
Aku masih ingin melihat bintang bersamamu
And I don't wanna say goodbye
Aku tak ingin katakan selamat tinggal
Someone tell me why
Seseorang beritahu aku kenapa
I just want to see the stars with you
Aku hanya ingin melihat bintang bersamamu 

You lost, a part of your existence
Kau kehilangan, sebagian dari keberadaanmu
In the war, against yourself
Dalam perang, melawan dirimu sendiri
Oh, the lights
Oh, cahaya-cahaya itu
They light up in lights of sadness
Mereka menyalakan lampu-lampu kesedihan
Telling you, it's time to go
Memberitahumu, waktunya untuk pergi
And I don't want to let this go
Aku tak ingin kehilangan
I don't want to lose control
Aku tak ingin lepas kendali
I just want to see the stars with you
Aku masih ingin melihat bintang bersamamu
And I don't wanna say goodbye
dan aku tak ingin katakan selamat tinggal
Someone tell me why
Seseorang beritahu aku kenapa
I just want to see the stars with you
Aku hanya ingin melihat bintang bersamamu 

Don't give it up just yet stay grand
Jangan menyerah tetaplah kuat
For one more minute, don't give it up
Tunggulah sebentar lagi, jangan menyerah
Just yet stay grand (no)
Tetaplah kuat

Don't give it up just yet stay grand
Jangan menyerah tetaplah kuat
For one more minute, don't give it up
Tunggulah sebentar lagi, jangan menyerah
Just yet stay grand (no)
Tetaplah kuat

Don't give it up just yet stay grand
Jangan menyerah tetaplah kuat
For one more minute, don't give it up
Tunggulah sebentar lagi, jangan menyerah
Just yet stay grand (no)
Tetaplah kuat
And I don't want to let this go
Aku tak ingin kehilangan
I don't want to lose control
Aku tak ingin lepas kendali
I just want to see the stars with you
Aku masih ingin melihat bintang bersamamu 

And I don't wanna say goodbye
dan aku tak ingin katakan selamat tinggal
Someone tell me why
Seseorang beritahu aku kenapa
I just want to see the stars with you
Aku hanya ingin melihat bintang bersamamu 
With you
Bersamamu

surat cinta untuk kekasihku yang tengah terlelap di suatu tempat. ketahuilah, ini kutulis dengan cinta (Pungky N.A)



Untuk Titot


Malam ini dingin dan penuh pikiranku kacau. Aku tak bisa berhenti memikikanmu setelah kita tak lagi bicara sejak 17 Oktober 2016. Terakhir kali aku mengirimkanmu sebuah pesan. Aku sering memimpikanmu waktu, namun mimpi ini begitu buruk. ada gadis lain yang mencoba menarikmu untuk pergi, sementara ku tahu kau berusaha menolah pada hari pertama dan kedua. Kau tahu, aku memimpikanmu selama tiga hari, sedang sebelum tidurpun aku tak mencoba memikirkanmu. Akupun tak pernah mengalami hal aneh ini, namun semenjak hari ketiga kau bilang selamat tinggal di mimpi itu, barulah aku anggap ini bukan hal yang konyol melainkan sebuah pertanda bahwa memang ada sesuatu yang tak beres pada hubungan kita. entahlah, aku hanya berfikir mungkin benar, kau sedang tertarik pada gadis lain.

Waktu itu aku hanya iseng menggodamu dengan menanyakan apakah benar ada gadis lain? Namun, belum sempat ku suarakan, kau tak lagi membalas pesanku. Ya, mungkin kau sibuk dengan rutinitas atau memang sengaja acuh untuk kembali menjahiliku. Tapi selang beberapa hari, rasanya begitu aneh, saat tiba hari minggupun kau tak juga membalas pesanku padahal jelas kau sudah membacanya. Tak ada pikiran apapun, tapi aku merasa kehilangan dan kemudian memanggilmu via video call. Terperanjat dan tak tahu harus bilang apa, saat tahu handphonemu sudah dipegang gadis lain. Lebih-lebih saat terpasang fotomu dengan gadis itu pada akunmu. Aku benar-benar tak bisa berfikir jernih. Aku benar-benar marah dan hanya bisa menangis. “mengapa kau tega mendua dibelakangku?” hanya itulah yang ada di kepalaku saat gadis itu mengangkat panggilanku dan kemudian menutup kameranya tanpa menjawab “siapa kamu?”

Lama ku menunggu sebuah kepastian. Banyak spekulasi yang mencoba mempertahankanmu di hatiku. Ada sesuatu yang membuatku percaya bahwa kau memang masih mencintaiku. Namun tidak ada yang bisa ku tanya, ada apa sebenarnya, apa yang sebenarnya terjadi padamu? Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa dia? semuanya jadi semakin kacau saat kakakmu meminta bantuanku untuk mencarimu. Sedangkan, aku sendiri hampir putus asa menunggu jawaban sebenarnya. Aku semakin sakit, saat kakakmu tak bersedia menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Kecuali satu hal, kau benar-benar hilang.
Sayang, kau tau apa yang aku pikirkan saat itu? aku ketakutan. Aku benar-benar takut seseorang mengambil sukmamu dan menyekapmu dalam sebuah dekapan drama suram.

Dan, aku mengenalmu dengan baik, namun aku merawatmu dengan sangat buruk. itulah yang paling kusesalkan atas semuanya saat aku tahu apa yang membuatmu benar-benar pergi. Ini seperti mimpi buruk yang benar-benar menjadi nyata, Bagaimana tidak? Hari ini alasan “hilang” mu telah dipublikasikan dan aku telah membaca semua kemungkinan sebelumnya, kau tahu? Tidak ada satupun yang meleset tentangmu. Kau memang disekap oleh bayangan gelap hingga terseret begitu jauh. Aku tahu kau pasti begitu kesakitan dan ingin pulang.
Sayang, aku tak tahu harus bagaimana untuk menyelamatkanmu dari lorong gelap itu. aku tak bisa mencarikan jalan keluar untuk membuatmu kembali selain dengan doa. Semoga ada cahaya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang dan maha memberi pertolongan segera menuntun langkahmu untuk bisa pulang.

Sayang, maafkan aku. Maafkan aku untuk segala kebodohanku selama ini. Ku harap akan ada kesempatan kedua, untuk bisa menjadi gadismu yang perhatian dan penuh kasih sayang. Aku menyesal atas keegoisanku selama ini. Berikan aku kesempatan, dan aku akan jadi yang terbaik. Bertahalah sayang, kuatkan imanmu. Aku tahu kau bisa melewati semua ini. aku tahu kau tak selemah itu. bertahanlah..

Saat ku tulis ini, aku sudah terjaga hampir beberapa minggu. Hanya memikirkanmu. Aku sangat khawatir sekarang. Sudahkah kau terlelap dengan selimut dan kaki yang bersih ? apakah kau sudah makan dan menjalankan sholat lima waktumu dengan baik? Apa hari ini kau bisa memegang handphone dan sempat mencari namaku? Bagaimana dengan kesehatanmu? apa kau sering sakit kepala sekarang? apakah kau mencoba mencari arah namun tiba-tiba begitu gelap? Sayang.. cobalah sekali lagi. Semua orang menunggumu. Bangunlah..dan segeralah berlari.. aku sangat merindukanmu, tapi aku lebih memilih pergi. selamat tinggal selamanya.


Senin, 07 November 2016

what are you waiting for? someone could love you more


“apa kau menungguku?”
“aku tidak banyak waktu untuk menunggumu”
“kenapa?
“bukankah tak ada kenangan yang kau bawa? Lagipula kau pasti bahagia di sana.”
“apa yang kau katakan?”
“aku hanya bicara tentang kebodohan dan kau yang membuatnya begitu.”
“oohh, mengertilah.. bukan begini yang ku harapkan.”
“aku memahami, tapi tidak dengan hatiku. Entahlah!.”
“ma’afkan aku, aku membuatmu sulit. Tapi…”
“kau bisa berlari, bahkan pergi sejauh-jauhnya sekarang. Aku akan di sini dan berpura-pura semuanya baik-baik saja.”
“bukankah kau tahu, semua ku lakukan hanya untukmu. kau tahu itu?”
“lupakan, ku mohon jangan seperti ini untuk membuatku sakit jiwa. Aku hanya ingin  hidup nyaman dengan pilihan ini.”
"kau tak bisa memilih dengan cara seperti ini. apa kau tak berfikir bagaimana lelahnya aku harus memulai semuanya dari awal ?"
"kau bilang aku harus terbiasa dengan kesendirian karena kau tak banyak waktu untuk semua omong kosongku. akupun mencoba yang terbaik agar bisa menganggap cinta ini memang seleramu."
"apa maksudmu?"
"kau bisa mencari apa yang selama ini kau cari, karena aku bukanlah apa yang seharusnya kau temukan."


**potongan dialog novel yang sedang ku kerjakan, tentu saja ini merupakan salah satu based on my true stories**

selamat tinggal bukanlah mimpi buruk

Find What You're Looking For by Olivia O'Brien

[Verse 1]
I always knew you'd be the one
To break me down, no, it's not fun
To be the girl you hit and run
Wish you were sorry for the things you've done
And after all you put me through
I'm sick and tired of loving you more
I just can't give you what you're looking for

[Chorus]
I hope you find what you're looking for
What you're looking for
Find what you're looking for
What you're looking for
Didn't give you what you want
Gave you what you need
You beg me "please, baby, baby, don't leave"
I hope you find what you're looking for
What you're looking for
Find what you're looking for
What you're looking for

[Verse 2]
They say you don't know what you got
'Til it's too late, I'm already gone
I don't care that you're not here
Won't wipe my eyes, cause there's no tears
I'm not what you wanted, I'm not what you need
Just not what you wanted and that's fine with me
I don't why I cared so much
I'm doing fine without your love

[Chorus]
I hope you find what you're looking for
What you're looking for
Find what you're looking for
What you're looking for
Didn't give you what you want
Gave you what you need
You beg me "please, baby, baby, don't leave"
I hope you find what you're looking for
What you're looking for
Find what you're looking for
What you're looking for

[Bridge]
I always knew that you were not about me
Always doing things I like without me
Tryna front you, say you're just a bad boy
But I know you, you're nothing but a sad boy
You lie to me, you tell me that you love me
Saying that you put no one above me
But I'm not dumb, I know just what you wanted
I never should've stayed, just being honest

[Chorus]
I hope you find what you're looking for
What you're looking for
Find what you're looking for
What you're looking for
Didn't give you what you want
Gave you what you need
You beg me "please, baby, baby, don't leave"
I hope you find what you're looking for
What you're looking for
Find what you're looking for
What you're looking for




mungkin aku belum ceritakan, tapi memang tak ada yang perlu diceritakan saat semuanya sudah berakhir karena aku bukanlah apa yang dia cari dan bukan satu-satunya yang ia inginkan. cinta memang selalu berakhir dan tak ada kata selamanya untuk cinta. dear my ex, hope you find what you're looking for

Senin, 26 September 2016

Cara tangguh untuk jadi manusia tertangguh


Masalah lagi, masalah lagi. Hidup Cuma ada masalah dan masalah. Itu adalah kalimat yang sudah sering kita ucapkan ketika, segala rencana tak terjadi seperti seharusnya. Itu menyedihkan. Orang-orang bilang kita harus sabar dalam menghadapi apapun cobaan. Dan dimanapun kita mencari jalan keluar, jalan terakhir dan pertama adalah memang sabar. Tapi sabar itu seperti apa? Hanya diam saja dan merenung? Hanya berdoa dan terus berharap? Di bawah ini akan saya bagi kekuatan yang bisa anda jadikan untuk menjadi manusia tertangguh dalam menjalani apapun cobaan.

1.      Berdo’a
Kadang kita diharuskan bertahan dari sebuah tekanan yang kita pikir sebelumnya tak mungkin bisa dilalui. Setiap orang yang memberi saran, hanya akan mengatakan hal yang sama. Meski kita tahu, tak satupun dari mereka yang sebenarnya bisa memahami perasaan kita sendiri sekalipun hal ini terjadi pada mereka belum tentu rasa itu sama. Jika semua terdengar tak masuk akal, dan semakin hari semakin kacau. No where to run, pandu hatimu untuk berlari ke ruang iman. Dimana ada Tuhan yang akan selalu mendengar do’a kita dan memberi kekuatan. Bila Ia berkehendak, maka segalanya akan menjadi mudah.

2.      Jangan salahkan orang lain
Apa yang terjadi jika tak ada dia yang bertindak bodoh? Apa yang seharusnya bisa dihindari jika tak ada dia yang sok pintar? Menyalahkan orang lain demi membenarkan pendapat atas suatu kejadian yangn sudah terjadi sangtlah menganggu. Tentu saja itu bukan jalan keluar untuk mengusir rasa dongkol dan malah akan memperkeruh keadaan. Sikap positif yang dapat diambil untuk menenangkan hati adalah anda dapat berfikir positif dan menyadari bahwa tidak ada alasan untuk menyalahkan keadaan. Segala yang terjadi, telah Allah restui dan itu pasti yang terbaik. Orang lain hanyalah perantara untuk menjadikan kita lebih baik lewat beragam kejadian. Ingat, kita bukan apa-apa tanpa orang lain. Sikap menghargai dan pemaaf adalah salah satu sikap yang harus kita miliki untuk meraih sukses.

3.      Memegang Prinsip
Jika kita sadar, bahwa kita dan orang lain itu sejatinya tak ada yang sama. Maka dalam menjalani hidup kita harus punya prinsip dan memegang teguh prinsip tersebut. Jangan sampai saat kita menceburkan diri ke dalam lingkup social, dan tenggelam dalam “perkenalan” pada orang-orang sekitar, kita mengikuti arus yang sebenarnya tidak kita ketahui “kemana” akhir dari aliran ini. Cukup anda pahami, teman anda itu sifatnya B, sedang teman yang lain C dst anda harus tetap berpegang pada kepribadian anda agar tidak “kehilangan” jati diri. Sebab hanya anda yang tahu bagaimana anda sendiri.

4.      Jangan terlalu dipikirkan
Karena banyak masalah, karena banyak stress dan banyak lagi persoalan yang belum terselesaikan ditambah sikap teman anda yang “tidak pernah” memahami keadaan. Seakan hanya ada korek api dan bensin yang menjadi penyelesaiannya. Jalani saja alur hidup yang ada. Ketika mereka lelah mereka akan berhenti. Dan semua akan ada balasan atas apa yang

(Allright.. segini dulu ya kawan.. kita bahas rencana tertangguh dalam part II. Semoga bermafaat dan segera tersenyum lebih baik lhoo J )

I’M MELTING

Senyumanmu memenuhi seluruh ruang yang ku singgahi hari ini. bahkan untuk hari-hari berikutnya. Meskipun sesak, tapi aku begitu menikmati semua ini. kau dan semua kebahagiaanku. Kau dan semua senyumanku. Kita. yang masih dan akan terus bersembunyi mengingkari kenyamanan yang ditawarkan suasana.
Kau membuatku tak ingin pulang, sekalipun waktu telah menyemir hitam sang Kamis tadi.
Kau bolehkanku menyentuh rambutmu, mengelusnya, membelainya, bahkan mengepangnya. Kau membuat waktu benar-benar beku. Tak pernah ku bayangkan akan ada hari yang sedemikian manis, yang membingkai masa jadi kenangan indah.

pic : google.com/manurios
Aku lihat senyuman itu, aku melihat pandangan itu, aku membelit semua gerakmu dalam sebuah kekaguman. Keindahan dan apapun yang biasa darimu.
Moment itu tak bisa membuatku berhenti tersenyum. Aku bisa menyentuh wajahmu, bagai temukan sekotak harta karun. Bila boleh, bisakah itu ku simpan, agar ku dapat mengulang moment singkat nan romantic itu?? Sekali lagi?? Sekali lagi?? Sekali lagi??
Aku menyisir rambutmu dengan tanganku, aku memberi jejak tanganku pada apa yang aku sukai padamu. J lagi-lagi bukan?? Aku ingin katakan, aku menyukaimu…
Meski sedikitpun aku tak tahu, apa yang kau rasakan padaku. Rasanya tak lagi penting juga. Kita dengan sandiwara tanpa peran nama. Tanpa menjadikanku hitam atau putih. Kau tetap begitu. Dingin dan ingin ditemukan. Hmmmh… manisnya..
Bergeserlah padaku, sekalipun aku bukan apa-apa. Meski kita tak akan jadi apa-apa. Dengan memberiku pertanyaan bodoh kau akan membuatku lebih sedikit berharga daripada hanya diam dan sekedar mengujiku.

Senin, 22 Agustus 2016

The Grey Side of Me


Apa yang dikatakan orang lain tentang siapa dirimu adalah benar. Sebab mereka merasa lebih tahu siapa yang mereka lihat dari apa yang kau tampakkan. Wajah buram, tanpa senyum, dan tak ada keramahan. Itulah dirirmu. Dalam benak banyak orang yang mengenalmu, kau hanyalah seorang manusia yang hanya punya dunia sebatas sebuah ruang kamar, dan seorang teman yang tak lain adalah dirimu sendiri. Selebihnya jika kau merasa sesak dengan ini semua, kau hanya perlu membangun dunia fantasi yanag kau sebut dengan “mendengarkan”. Begitu banyak music, suara, bunyi-bunyian, bahkan keheningan yang bisa kau dengarkan, dan tentu saja favoritmu adalah yang terakhir. Bercinta dengan keheningan.

Bagimu, mencetak mimpi indah adaalah bagian dari nafas yang yang kau hirup setiap harinya, berjuangpun adalah bagian dari kelopak matamu yang terbuka, tapi ada satu bagian dari hidup dan mimpi indah yang seringnya saling berbentur menjadi sebatas mimpi. Dan begitulah akhirnya, mimpimu, hidupmu, dan takdirmu, menyusul lembar jawaban yang bertulis kegagalan. Lagi-lagi orang-orang itu mulai sibuk berbisik dan mengoceh hal gila yang hanya membuat lubang di telingamu semakin dangkal. Hingga tak bisa kau dengar bahkan membedakan satu dari banyaknya omongan mereka yang masuk akal. Lantas kau memilih diam, dan menggerutu, mengumpat, dan memaki mereka semua dalam hatimu, dalam ruang hampa, dan tempat yang lapang. Begitulah ceritamu dengan dirimu sendiri. Ingin bisa merasakan lebih bahagia, namun harus terjerembab di banyak paku. Sekalipun itu hanya satu langkah. Harus banyak darah yang mengucur di banyak lubang tubuhmu untuk sekedar terlihat “ada” meskipun kau tak benar-benar di ‘situ’.
Kau sulit mencari jalan untuk keluar dari pikiranmu yang kolot, yang hanya ingin menyendiri, padahal kau tahu banyak orang di luar sana yang menyenangkan untuk diajak menghitung detik menjadi hal yang berharga, lagi-lagi kau memilih jalan gila untuk jadi beku dan jikalaupun kau telah meleleh itu hanya karena dirimu sendiri yang ingin pergi dari rasa dingin.
Berjalan dan berjalan, menarik nafas lalu mencoba lagi untuk berlari lebih kencang, tiba-tiba langit runtuh dan bumi menghimpit. Semua kefanaan yang berhasil kau bangun, tak bisa bertahan lama untuk menjadi penghibur. Tak cukup untuk membuatmu tenang dalam jam-jam senja, tak cukup membuatmu terbaring dengan detak jantung teratur, tak cukup untuk membuat matamu hanya menuju satu arah dan melamunkan kelampauan, tak cukup membuatmu tersenyum dengan batin yang tak menjerit-jerit, tak cukup, dan tak akan cukup, tak akan pernah cukup membuatmu hidup tenang sekalipun kau dapatkan apa yang kau inginkan. Ini semua karena terlalu banyak dunia yang telah kau bangun, dan kau tak sempat menenggak minuman yang disuguhkan takdir. Kau sadar kau telah kalah, kau sadar semua hanya bagian dari tindakan pembunuhan akan banyaknya ilusi dan anggapan, kau sadar semua akan berakhir seperti apa, kau tahu semuanya, tapi kau tak pernah ingin percaya sebelum cairan takdir itu benar-benar kau tenggak kemudian mengalir dalam kerongkongan keringmu, kau masih tak akan percaya sebelum kau ditampar dan merasakan apa yang hatimu korbankan ternyata hanyalah gas yang hanya sekejab. Mungkin itu bagian dari dirimu, atau sama sekali bukan, tapi itulah sepenuhnya diriku. Aku. Erviana.

Persembunyian Mata dan Rahasia


Aku selalu mendambanya. Berharap lebih pada sekedar hubungan dekat. Sesekali aku menciptakan dunia gila, yang menculiknya menjadi pemilik perasaan ini. Mungkin lebih baik lagi jika aku bisa menyentuh dan memegang tangannya dengan erat. Bisa menyandarkan lelahku dan mengucap semua kerisauan. Bisa mengusap rambutnya dengan lembut lalu tersenyum di depan kacamatanya. Bisa memegang kedua pipinya dan melihat lebih dekat senyum manisnya. Hingga bisa kuucapkan segala kata yang bisa mewakili perasaan yang tlah terkubur begitu lama.

Sungguh malam yang panjang, tiap kali aku menyandera hatiku bersama dirinya yang tak mungkin termiliki. Sedang jalan yang ku tempuh begitu panjang, dan hanya dia yang membuatku lupa bagaimana lelah itu.

Setiap hari melihatnya dengan cara berbeda namun selalu dengan rasa yang sama. Betapa ini sungguh sangat menggangguku. Dan dia tak pernah membuat ini menjadi lebih mudah. Mungkin ia tahu, bagaimana aku mencuri bayangannya secara tereselubung. Tapi sekalipun tidak, aku tak pernah berharap lebih pada kenyataan untuk mewujudkan semua ini. Kita terlalu berbeda.
Masih ada sisa harapan untuk bertahan menjadi patung hidup yang mencintai atas nama RAHASIA.

Karena ia begitu jauh dari apa yang seharusnya aku cari. Tentu saja ini tentang siapa aku dan siapa dia. Ada jarak yang jauh antara sisi kepantasan dibalik segala keindahan mata dan yang menyenangkan hati. Begitulah cinta ini terbunuh dengan sendirinya. Hanya dengan kesadaran.
Tentu saja, masih ada keinginan untuk menjaga waktu bersamanya, tapi tak akan ku biarkan lebih dari sekedar mimpi. Karena aku tak tahu, bagaimana caranya memandangku.

Selagi aku bisa melihatmu tersenyum, melihatmu membasahi rambut di sore hari, memandangmu lewat lirikan, dan menyentuhmu secara tak sengaja, aku bisa katakan pada hari esok bahwa aku bisa bahagia dengan “dirimu” yang tak mungkin “termiliki”.

                                                                                                                                    (Love You)


Kehidupan Mati dan Mati Sesungguhnya

kenapa begitu jauh jalan ini harus aku ku titi?? 
bahkan dengan mata tertutup?? 
tulangku benar-benar terasa lapuk dan semua yang ada di dalam benar-benar sudah lebur tak terkira sakitnya. 
aku tak punya siapa-siapa untuk bisa sekedar menjagaku tidur. 
semua berteriak dan berteriak. 
aku benar-benar muak dengan semua orang-orang ini. kapan aku dapat ruang untuk menghela nafasku sendiri??
aku tak sempat mengusap air mata ini saat aku memalingkan wajah sekalipun. semua telah hancur dan hancur. 
begitu kesepian dan aku seperti hidup di tengah gurun pasir. 
menjadi mumi yang berjalan terpincang-pincang, terseret-seret , terseok-seok,. kesusahan mencari jalan dan jatuh berulang-ulang kali. 
bangun dan bangkit sendirian  hanya dengan satu tongkat tua. aku benar-benar merasa sesak setengah mati. 
tidakkah ada air mata yang bahagia yang akan mengalir untuk bisa menggurahkan sedihku sekali ini?? 
aku teramat kesal dan tak mengerti harus bahagia seperti apa. aku terpuruk dalam kegelapan, kesunyian, dan terpencil. 
entah apa yang membedakanku dengan keadaan ini, tapi nyatanya semua tak pernah berhasil. mengapa mencekikku dengan semua ketakutan ini jika semua tak akan menjadi nyata dan teramat sakit dengan semua kisah. aku dan semua yang ada hanyalah sandiwara waktu untuk menjadi sempurna karena sebuah cerita. 
Sukses atau keberhasilan apapun, tak lagi membuatku mempunyai keyakinan. yang aku tahu, semua ini pasti ada akhirnya. entah dengan cara apapun. pasti akan berakhir pula. 
mati ? itu juga sebuah solusi. 
tapi itu benar-benar bodoh.. dan konyol. 
sungguh bukan itu yang aku minta Tuhan, tapi aku sudah benar-benar sesak. 
Engkau ingin aku bertahan lebih keras lagi, tapi mengapa aku tak sekuat itu ?? mengapa aku tak sekeras itu ? 
mengapa aku masih kalah dengan keadaan itu pula?? 
lantas duniaku berputar dan menggoncang semua isi otakku menjadi lebih kacau balau... hancur sehancur-hancurnya
mereka bilang ini bisa saja menjadi awal, tapi tak lagi mampu rasakan hidup. 




Tulisan di atas merupakan sebuah tragedi dari pertikaian batin dan raga yang bisa dikatakan kehilangan semangat. Kita bisa katakan kehilangan semangat, bukan putus asa. Dalam hidup, semua orang pasti pernah merasakan kehilangan semangat bukan? namun saya berharap kita tidak akan pernah kehilangan tujuan. Sebab, jika kita tidak punya tujuan, maka itulah "kehidupan mati" yang sebenarnya sebelum "mati sesungguhnya".
Allright!! tetap semangat, bekerja keras hingga sekeras-kerasnya. Mudakan dirimu dengan selalu berkarya dan bersyukur ya.