Jumat, 18 November 2016

HIDUP DAN SEMPURNA


Jika ada pilihan untuk menjadi sempurna mungkin semua orang tak akan pernah menyadari susahnya menjadi diri sendiri. Sedangkan sempurna dianggap menjadi nilai ideal bagi mereka yang mengagungkan sisi positif dari berbagai karakter. Tentu saja “sempurna” selalu menjadi hal berbeda dalam setiap pandangan orang.
Kini ada banyak sekali kisah. Antara kedua sisi yang selalu menjadi perbandingan. Tak hanya sinonim antonym melainkan membunuh kodrat dan mencari indah dalam gelap.
Banyak sekali dari mereka mengatakan aku ini payah, remeh, ga ada apa-apanyalah, just a simple word, I am just an underdog.
Hmmmh… mungkin saja, mereka semua benar. Tak ada yang lebih baik dariku untuk layak disandingkan dengan apa yang mereka miliki, selain raga yang ku bawa ini. Tapi menyakitkan, jika masih juga ada segelintir orang yang masih menyela “ini” menjadi sebuah lelucon. Baiklah, jika hidup itu diawali kasih sayang, maka aku juga mendapatkannya, mereka punya teman-teman dan tetangga-tetangga yang “waras”, akupun juga. Hanya saja, porsinya yang berbeda.
Sebenarnya apa sih yang membuatku tak bisa mengerti kebahagiaan diri sendiri?? Hmmh tentang kebahagiaan? Ataukah kepuasan? Atau malah sebuah obsesi?
. Meski mungkin tak sebanyak dan seberuntung mereka. Jika hidup itu diiringi tawa kebahagiaan bersama orang-orang tercinta, akupun juga merasakannya. Meski hanya sekali seumur hidup, dan amnesia karena perubah takdir. Jika hidup itu tentang Ibu, maka aku juga sama seperti mereka, mencintai dan dicintai. Jika hidup itu tentang Ayah, maka tak ada yang berbeda pula. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar