Jika
ada pilihan untuk menjadi sempurna mungkin semua orang tak akan pernah
menyadari susahnya menjadi diri sendiri. Sedangkan sempurna dianggap menjadi
nilai ideal bagi mereka yang mengagungkan sisi positif dari berbagai karakter.
Tentu saja “sempurna” selalu menjadi hal berbeda dalam setiap pandangan orang.
Kini
ada banyak sekali kisah. Antara kedua sisi yang selalu menjadi perbandingan.
Tak hanya sinonim antonym melainkan membunuh kodrat dan mencari indah dalam
gelap.
Banyak
sekali dari mereka mengatakan aku ini payah, remeh, ga ada apa-apanyalah, just
a simple word, I am just an underdog.
Sebenarnya
apa sih yang membuatku tak bisa mengerti kebahagiaan diri sendiri?? Hmmh
tentang kebahagiaan? Ataukah kepuasan? Atau malah sebuah obsesi?
.
Meski mungkin tak sebanyak dan seberuntung mereka. Jika hidup itu diiringi tawa
kebahagiaan bersama orang-orang tercinta, akupun juga merasakannya. Meski hanya
sekali seumur hidup, dan amnesia karena perubah takdir. Jika hidup itu tentang
Ibu, maka aku juga sama seperti mereka, mencintai dan dicintai. Jika hidup itu
tentang Ayah, maka tak ada yang berbeda pula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar