Untuk Titot
Malam
ini dingin dan penuh pikiranku kacau. Aku tak bisa berhenti memikikanmu setelah
kita tak lagi bicara sejak 17 Oktober 2016. Terakhir kali aku mengirimkanmu
sebuah pesan. Aku sering memimpikanmu waktu, namun mimpi ini begitu buruk. ada
gadis lain yang mencoba menarikmu untuk pergi, sementara ku tahu kau berusaha
menolah pada hari pertama dan kedua. Kau tahu, aku memimpikanmu selama tiga
hari, sedang sebelum tidurpun aku tak mencoba memikirkanmu. Akupun tak pernah
mengalami hal aneh ini, namun semenjak hari ketiga kau bilang selamat tinggal
di mimpi itu, barulah aku anggap ini bukan hal yang konyol melainkan sebuah
pertanda bahwa memang ada sesuatu yang tak beres pada hubungan kita. entahlah,
aku hanya berfikir mungkin benar, kau sedang tertarik pada gadis lain.
Waktu
itu aku hanya iseng menggodamu dengan menanyakan apakah benar ada gadis lain? Namun,
belum sempat ku suarakan, kau tak lagi membalas pesanku. Ya, mungkin kau sibuk
dengan rutinitas atau memang sengaja acuh untuk kembali menjahiliku. Tapi
selang beberapa hari, rasanya begitu aneh, saat tiba hari minggupun kau tak
juga membalas pesanku padahal jelas kau sudah membacanya. Tak ada pikiran
apapun, tapi aku merasa kehilangan dan kemudian memanggilmu via video call. Terperanjat
dan tak tahu harus bilang apa, saat tahu handphonemu sudah dipegang gadis lain.
Lebih-lebih saat terpasang fotomu dengan gadis itu pada akunmu. Aku benar-benar
tak bisa berfikir jernih. Aku benar-benar marah dan hanya bisa menangis. “mengapa
kau tega mendua dibelakangku?” hanya itulah yang ada di kepalaku saat gadis itu
mengangkat panggilanku dan kemudian menutup kameranya tanpa menjawab “siapa
kamu?”
Lama
ku menunggu sebuah kepastian. Banyak spekulasi yang mencoba mempertahankanmu di
hatiku. Ada sesuatu yang membuatku percaya bahwa kau memang masih mencintaiku. Namun
tidak ada yang bisa ku tanya, ada apa sebenarnya, apa yang sebenarnya terjadi
padamu? Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa dia? semuanya jadi semakin kacau
saat kakakmu meminta bantuanku untuk mencarimu. Sedangkan, aku sendiri hampir
putus asa menunggu jawaban sebenarnya. Aku semakin sakit, saat kakakmu tak
bersedia menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Kecuali satu hal, kau
benar-benar hilang.
Sayang,
kau tau apa yang aku pikirkan saat itu? aku ketakutan. Aku benar-benar takut
seseorang mengambil sukmamu dan menyekapmu dalam sebuah dekapan drama suram.
Dan,
aku mengenalmu dengan baik, namun aku merawatmu dengan sangat buruk. itulah
yang paling kusesalkan atas semuanya saat aku tahu apa yang membuatmu
benar-benar pergi. Ini seperti mimpi buruk yang benar-benar menjadi nyata, Bagaimana
tidak? Hari ini alasan “hilang” mu telah dipublikasikan dan aku telah membaca
semua kemungkinan sebelumnya, kau tahu? Tidak ada satupun yang meleset tentangmu.
Kau memang disekap oleh bayangan gelap hingga terseret begitu jauh. Aku tahu
kau pasti begitu kesakitan dan ingin pulang.
Sayang,
aku tak tahu harus bagaimana untuk menyelamatkanmu dari lorong gelap itu. aku
tak bisa mencarikan jalan keluar untuk membuatmu kembali selain dengan doa. Semoga
ada cahaya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang dan maha memberi
pertolongan segera menuntun langkahmu untuk bisa pulang.
Sayang,
maafkan aku. Maafkan aku untuk segala kebodohanku selama ini. Ku harap akan ada
kesempatan kedua, untuk bisa menjadi gadismu yang perhatian dan penuh kasih
sayang. Aku menyesal atas keegoisanku selama ini. Berikan aku kesempatan, dan
aku akan jadi yang terbaik. Bertahalah sayang, kuatkan imanmu. Aku tahu kau
bisa melewati semua ini. aku tahu kau tak selemah itu. bertahanlah..
Saat
ku tulis ini, aku sudah terjaga hampir beberapa minggu. Hanya memikirkanmu. Aku
sangat khawatir sekarang. Sudahkah kau terlelap dengan selimut dan kaki yang
bersih ? apakah kau sudah makan dan menjalankan sholat lima waktumu dengan
baik? Apa hari ini kau bisa memegang handphone dan sempat mencari namaku? Bagaimana
dengan kesehatanmu? apa kau sering sakit kepala sekarang? apakah kau mencoba
mencari arah namun tiba-tiba begitu gelap? Sayang.. cobalah sekali lagi. Semua orang
menunggumu. Bangunlah..dan segeralah berlari.. aku sangat merindukanmu, tapi aku lebih memilih pergi. selamat tinggal selamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar