Minggu, 13 November 2016

surat cinta untuk kekasihku yang tengah terlelap di suatu tempat. ketahuilah, ini kutulis dengan cinta (Pungky N.A)



Untuk Titot


Malam ini dingin dan penuh pikiranku kacau. Aku tak bisa berhenti memikikanmu setelah kita tak lagi bicara sejak 17 Oktober 2016. Terakhir kali aku mengirimkanmu sebuah pesan. Aku sering memimpikanmu waktu, namun mimpi ini begitu buruk. ada gadis lain yang mencoba menarikmu untuk pergi, sementara ku tahu kau berusaha menolah pada hari pertama dan kedua. Kau tahu, aku memimpikanmu selama tiga hari, sedang sebelum tidurpun aku tak mencoba memikirkanmu. Akupun tak pernah mengalami hal aneh ini, namun semenjak hari ketiga kau bilang selamat tinggal di mimpi itu, barulah aku anggap ini bukan hal yang konyol melainkan sebuah pertanda bahwa memang ada sesuatu yang tak beres pada hubungan kita. entahlah, aku hanya berfikir mungkin benar, kau sedang tertarik pada gadis lain.

Waktu itu aku hanya iseng menggodamu dengan menanyakan apakah benar ada gadis lain? Namun, belum sempat ku suarakan, kau tak lagi membalas pesanku. Ya, mungkin kau sibuk dengan rutinitas atau memang sengaja acuh untuk kembali menjahiliku. Tapi selang beberapa hari, rasanya begitu aneh, saat tiba hari minggupun kau tak juga membalas pesanku padahal jelas kau sudah membacanya. Tak ada pikiran apapun, tapi aku merasa kehilangan dan kemudian memanggilmu via video call. Terperanjat dan tak tahu harus bilang apa, saat tahu handphonemu sudah dipegang gadis lain. Lebih-lebih saat terpasang fotomu dengan gadis itu pada akunmu. Aku benar-benar tak bisa berfikir jernih. Aku benar-benar marah dan hanya bisa menangis. “mengapa kau tega mendua dibelakangku?” hanya itulah yang ada di kepalaku saat gadis itu mengangkat panggilanku dan kemudian menutup kameranya tanpa menjawab “siapa kamu?”

Lama ku menunggu sebuah kepastian. Banyak spekulasi yang mencoba mempertahankanmu di hatiku. Ada sesuatu yang membuatku percaya bahwa kau memang masih mencintaiku. Namun tidak ada yang bisa ku tanya, ada apa sebenarnya, apa yang sebenarnya terjadi padamu? Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa dia? semuanya jadi semakin kacau saat kakakmu meminta bantuanku untuk mencarimu. Sedangkan, aku sendiri hampir putus asa menunggu jawaban sebenarnya. Aku semakin sakit, saat kakakmu tak bersedia menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Kecuali satu hal, kau benar-benar hilang.
Sayang, kau tau apa yang aku pikirkan saat itu? aku ketakutan. Aku benar-benar takut seseorang mengambil sukmamu dan menyekapmu dalam sebuah dekapan drama suram.

Dan, aku mengenalmu dengan baik, namun aku merawatmu dengan sangat buruk. itulah yang paling kusesalkan atas semuanya saat aku tahu apa yang membuatmu benar-benar pergi. Ini seperti mimpi buruk yang benar-benar menjadi nyata, Bagaimana tidak? Hari ini alasan “hilang” mu telah dipublikasikan dan aku telah membaca semua kemungkinan sebelumnya, kau tahu? Tidak ada satupun yang meleset tentangmu. Kau memang disekap oleh bayangan gelap hingga terseret begitu jauh. Aku tahu kau pasti begitu kesakitan dan ingin pulang.
Sayang, aku tak tahu harus bagaimana untuk menyelamatkanmu dari lorong gelap itu. aku tak bisa mencarikan jalan keluar untuk membuatmu kembali selain dengan doa. Semoga ada cahaya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang dan maha memberi pertolongan segera menuntun langkahmu untuk bisa pulang.

Sayang, maafkan aku. Maafkan aku untuk segala kebodohanku selama ini. Ku harap akan ada kesempatan kedua, untuk bisa menjadi gadismu yang perhatian dan penuh kasih sayang. Aku menyesal atas keegoisanku selama ini. Berikan aku kesempatan, dan aku akan jadi yang terbaik. Bertahalah sayang, kuatkan imanmu. Aku tahu kau bisa melewati semua ini. aku tahu kau tak selemah itu. bertahanlah..

Saat ku tulis ini, aku sudah terjaga hampir beberapa minggu. Hanya memikirkanmu. Aku sangat khawatir sekarang. Sudahkah kau terlelap dengan selimut dan kaki yang bersih ? apakah kau sudah makan dan menjalankan sholat lima waktumu dengan baik? Apa hari ini kau bisa memegang handphone dan sempat mencari namaku? Bagaimana dengan kesehatanmu? apa kau sering sakit kepala sekarang? apakah kau mencoba mencari arah namun tiba-tiba begitu gelap? Sayang.. cobalah sekali lagi. Semua orang menunggumu. Bangunlah..dan segeralah berlari.. aku sangat merindukanmu, tapi aku lebih memilih pergi. selamat tinggal selamanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar