Kau membuatku tak
ingin pulang, sekalipun waktu telah menyemir hitam sang Kamis tadi.
Kau bolehkanku
menyentuh rambutmu, mengelusnya, membelainya, bahkan mengepangnya. Kau membuat
waktu benar-benar beku. Tak pernah ku bayangkan akan ada hari yang sedemikian
manis, yang membingkai masa jadi kenangan indah.
![]() |
| pic : google.com/manurios |
Aku lihat senyuman
itu, aku melihat pandangan itu, aku membelit semua gerakmu dalam sebuah
kekaguman. Keindahan dan apapun yang biasa darimu.
Moment itu tak bisa
membuatku berhenti tersenyum. Aku bisa menyentuh wajahmu, bagai temukan sekotak
harta karun. Bila boleh, bisakah itu ku simpan, agar ku dapat mengulang moment
singkat nan romantic itu?? Sekali lagi?? Sekali lagi?? Sekali lagi??
Aku menyisir
rambutmu dengan tanganku, aku memberi jejak tanganku pada apa yang aku sukai
padamu. J
lagi-lagi bukan?? Aku ingin katakan, aku menyukaimu…
Meski sedikitpun
aku tak tahu, apa yang kau rasakan padaku. Rasanya tak lagi penting juga. Kita
dengan sandiwara tanpa peran nama. Tanpa menjadikanku hitam atau putih. Kau
tetap begitu. Dingin dan ingin ditemukan. Hmmmh… manisnya..
Bergeserlah padaku,
sekalipun aku bukan apa-apa. Meski kita tak akan jadi apa-apa. Dengan memberiku
pertanyaan bodoh kau akan membuatku lebih sedikit berharga daripada hanya diam
dan sekedar mengujiku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar