Senin, 26 September 2016

I’M MELTING

Senyumanmu memenuhi seluruh ruang yang ku singgahi hari ini. bahkan untuk hari-hari berikutnya. Meskipun sesak, tapi aku begitu menikmati semua ini. kau dan semua kebahagiaanku. Kau dan semua senyumanku. Kita. yang masih dan akan terus bersembunyi mengingkari kenyamanan yang ditawarkan suasana.
Kau membuatku tak ingin pulang, sekalipun waktu telah menyemir hitam sang Kamis tadi.
Kau bolehkanku menyentuh rambutmu, mengelusnya, membelainya, bahkan mengepangnya. Kau membuat waktu benar-benar beku. Tak pernah ku bayangkan akan ada hari yang sedemikian manis, yang membingkai masa jadi kenangan indah.

pic : google.com/manurios
Aku lihat senyuman itu, aku melihat pandangan itu, aku membelit semua gerakmu dalam sebuah kekaguman. Keindahan dan apapun yang biasa darimu.
Moment itu tak bisa membuatku berhenti tersenyum. Aku bisa menyentuh wajahmu, bagai temukan sekotak harta karun. Bila boleh, bisakah itu ku simpan, agar ku dapat mengulang moment singkat nan romantic itu?? Sekali lagi?? Sekali lagi?? Sekali lagi??
Aku menyisir rambutmu dengan tanganku, aku memberi jejak tanganku pada apa yang aku sukai padamu. J lagi-lagi bukan?? Aku ingin katakan, aku menyukaimu…
Meski sedikitpun aku tak tahu, apa yang kau rasakan padaku. Rasanya tak lagi penting juga. Kita dengan sandiwara tanpa peran nama. Tanpa menjadikanku hitam atau putih. Kau tetap begitu. Dingin dan ingin ditemukan. Hmmmh… manisnya..
Bergeserlah padaku, sekalipun aku bukan apa-apa. Meski kita tak akan jadi apa-apa. Dengan memberiku pertanyaan bodoh kau akan membuatku lebih sedikit berharga daripada hanya diam dan sekedar mengujiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar