“apa
kau menungguku?”
“aku
tidak banyak waktu untuk menunggumu”
“kenapa?
“bukankah
tak ada kenangan yang kau bawa? Lagipula kau pasti bahagia di sana.”
“apa
yang kau katakan?”
“aku
hanya bicara tentang kebodohan dan kau yang membuatnya begitu.”
“oohh,
mengertilah.. bukan begini yang ku harapkan.”
“aku
memahami, tapi tidak dengan hatiku. Entahlah!.”
“ma’afkan
aku, aku membuatmu sulit. Tapi…”
“kau
bisa berlari, bahkan pergi sejauh-jauhnya sekarang. Aku akan di sini dan berpura-pura semuanya baik-baik saja.”
“bukankah kau tahu, semua ku lakukan hanya untukmu. kau tahu itu?”
“lupakan,
ku mohon jangan seperti ini untuk membuatku sakit jiwa. Aku hanya ingin hidup nyaman dengan pilihan ini.”
"kau tak bisa memilih dengan cara seperti ini. apa kau tak berfikir bagaimana lelahnya aku harus memulai semuanya dari awal ?"
"kau bilang aku harus terbiasa dengan kesendirian karena kau tak banyak waktu untuk semua omong kosongku. akupun mencoba yang terbaik agar bisa menganggap cinta ini memang seleramu."
"apa maksudmu?"
"kau bisa mencari apa yang selama ini kau cari, karena aku bukanlah apa yang seharusnya kau temukan."
**potongan dialog novel yang sedang ku kerjakan, tentu saja ini merupakan salah satu based on my true stories**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar