Senin, 20 Januari 2014

tryout gila


Masa smk segera berlalu. Hanya hitungan hari ujian nasional datang memberi jawaban untuk setengah dari bagian masa depanku yang masih tak dimengerti. Semua berjalan sangat berat. Hingga untuk bisa mengerti matematika, aku tidur di atas angka 00.00 setiap malam dalam 2 minggu terakhir. Ini semua tak lain karena niatku ingin mengubah pikiran konyol yang menganggap “mereka semua bisa kita atasi hanya dengan konsentrasi”. Tapi kenyataan memang tak pernah salah, hingga tryout yang ketiga berlalu, aku masih prihatin dengan diriku sendiri. Aku heran, mengapa begitu mudah mereka memahami bahasa-bahasa bilangan yang menurutku begitu menyumpal dan mudah membeku di otak. Bagaimana bisa, angka itu diharuskan mempunyai variable yang jelas-jelas punya dunia yang berbeda, mengapa para bilangan harus mempunyai akar, pangkat, keminusan, dan pertidaksamaan. Bahkan banyak hal-hal gila yang dimainkan oleh bilangan hanya dengan satu tanda yang bermakna. Sampai saat ini aku hanya bisa mengerjakan logaritma apabila keluarga mereka mempunyai kerabat dekat. Sekarang adalah saatnya menentukan himpunan penyelesaian, dimana kau bertemu sejejer angka yang berkawan baik dengan si x dan y ditambah dengan kecupan manis yang berlogo < atau >. Jangan lupa lagi untuk merenungkan bilangan yang dikawal ketat dengan bodyguard bernama sin, cos, tan, yang entah bagaimana awal kisahnya, aku wajib memungut bilangan yang tadinya bernilai besar, harus aku adopsi menjadi bilangan balita yang begitu kecil. Atau jika mereka sedang iseng, mereka mengerjaiku dengan menampakkan diri sebagai bilangan pecahan yang diminuskan atau dipositiffkan. Begitu kejadian itu berlangsung, mungkin ada baiknya jika aku menerima tawaranmu untuk segera memesan kain kafan. Saking hebatnya si matematika, ia bisa memberi solusi untuk meramal jumlah beberapa bilangan yang apabila dikerjakan dengan otak telanjang akan menghabiskan 12 lusin episode sinetron hanya dengan jika kita tahu dan ingat rumusnya, bahkan ia juga bisa tahu si jabang bilangan yang mencetuskan diri pertama kali sebelum ia didaftarkan bergabung menjadi sebuah barisan atau deret. Lalu bagaimana pula dengan seorang siswa dari Negara yang belum pernah tersebutkan, tiba-tiba mengantarkan surat pribadi yang bercerita mengenai nilai rata-rata teman sekelasnnya sebelum ia ikut ulangan maupun setelah ia ikut ulangan, dan entah mengapa selesai bercerita ia selalu menanyakan  angka baku . Setelah kau membaca surat itu, kau akan menjumpai mother of secreet student alias mama dari siswa misterius tadi, yang tentu saja sangat kritis menanyakan salah seorang lagi anaknya  yang bernama KV yang sama-sama punya potensi besar untuk melariskan obat sakit kepala. Jika sudah begitu, mari ku antar ke sebuah rumah yang mempunyai dua ruangan, satu ruangan dinamai nilai atau x dan satunya lagi adalah ruangan frekuensi atau  f. nah ajaibnya jika kau sudah masuk di ruangan itu kau akan sangat tertarik untuk melihat pekarangan samping rumahnya dimana ada tanaman yang berbaris membentuk beberapa kata yang tentu saja bisa kau baca,kalau tidak salah tulisannya begini,” hitunglah median dari data tersebut, hitunglah modus, hitunglah P ke,  berapakah desil ke- “. Setelah itu jiwamu bergejolak dan kau menjadi arsitektur dadakan yang tiba-tiba sangat mahir membuat beberapa ruangan tambahan untuk diselipkan diantara ruangan-ruangan tadi, yang tentu saja ruangan tadi kau buat untuk dinamai nilai tengah, atau bisa juga fkk. Tentu saja itu sesuai dengan apa yang dikehendaki si tanaman tadi. Masih ada kejutan lagi dari soal-soal tryoutku, tapi sebelumnya mari kita cari tempat yang sejuk sambil minum es kelapa muda dan menikmati keindahan langit biru di hari yang cerah,sebentar lagi di langit akan ada garis paling mempesona dari semua garis, yaitu garis x dan y yang saling bersinggungan. Jika garis itu muncul di langit, maka jangan harap jika kau berdoa maka akan dikabulkan selayaknya jika ada bintang jatuh. Karena kejadian yang akan terjadi adalah sebaliknya, kita akan dihujani dengan beberapa bilangan yang membawa buah tangan berupa “Nilai maksimum fungsi obyektif f(x,y)=..X+..Y pada daerah yang diarsir adalah?” atau jika kau sedang beruntung maka kau akan dapat ucapan selamat yang bertuliskan,”Daerah penyelesaian dari system pertidaksamaan : (bla +bla>bla;bla+bla>;x>0;y>0)”. Kemudian, kita harus wajib tersenyum.
Hari ini adalah hari kamis, hari awal dimana suapan gizi soal uji coba unas pertama telah berhasil aku telan dengan susah payah. Bahagia sekali, ternyata di sekolah kembali membahas soal tryout matematika yang kemarin. Dan aku ingin menangis menyaksikan coretan pensil yang tergores tebal dalam salah satu huruf A,B,C,D di beberapa nomor yang berderet rapi dalam soal tiba-tiba menamparku dengan realita pedih, sepedih telingamu mendengar pernyataan “jawaban salah”.
Ya sudah, lupakan kenyataan indah yang berasa cuka itu. Kini saatnya pulang. Ku harap akan ada hiburan untuk dikonsumsi menjadi hidangan pengusir lelah dan jenuh. Benar saja, semua normal seperti biasa. Kawan bergurau dengan keanehan masing-masing, kami tertawa dan kembali diam. Memulai banyolan, dan tertawa, lalu diam lagi. Hingga pada suatu detik yang hening, tercetuslah suatu pertanyaan dari prediksi unas 2013 untuk mengusir segala hirau gurau. Seingatku pertanyaan ajaib itu menanyakan “usia sinta adalah dua tahun dari usia arista, jika sepuluh tahun ke depan blab la blab la. Maaf aku tak ingat. Sepertinya pertanyaan tadi telah mendarah jantung dalam tubuhku, hingga aku sulit mencarinya dalam otak. Gimanapun soalnya, penghuni kelas yang berada di dalam kelas itu (read: tanpa erviana) sangat antusias sekali untuk menggali berbagai inovasi demi mencongkel pintu “kemana saja” agar menjawab rasa penasaran “darimanakah asal usul soal ini bisa terjawab dengan hasil akhir 22 ?”. suasana sempat begitu memanas ketika pendapat satu bersalto terbalik dengan pendapat lain, adu mulut tak terelakkan. Hingga sampai pada titik optimum suatu keseimbangan emosi mereka meredakan ketegangan otak dengan kembali membaca soal tadi beberapa kali. Lalu mereka berdebat lagi. Jika sudah buntu, mereka kembali membaca soal tadi lalu meneruskan pendapat demi pendapat yang tercecer-cecer di udara. Hingga aku tak lagi ingat sudah berapa kali nama Sinta dan Arista itu disebut-sebut selama aku tidur siang di celah-celah musyawarah para matematikers itu. Panjang cerita, kejadian di atas kembali terulang, diulang, diharuskan terulang, pasti diulang dan masih akan terus diulang, dan yang terakhir kembali terulang. Hingga jarum jam mengingatkan kami, bahwa sekarang sudah sangat siang, dan berita baiknya mereka hampir menemukan hidayah dan menemukan angka 20 sebagai jawaban. Iya jawabannya memang 22, tapi ku harap telingaku yang salah dengar hingga menangkap jawaban akhir mereka 20.
Hari ini hari terakhir sebelum unas tanggal 16 april 2013 yang jatuh pada hari senin akan kami hadapi dengan penuh keyakinan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar