Masa smk segera berlalu. Hanya
hitungan hari ujian nasional datang memberi jawaban untuk setengah dari bagian
masa depanku yang masih tak dimengerti. Semua berjalan sangat berat. Hingga
untuk bisa mengerti matematika, aku tidur di atas angka 00.00 setiap malam
dalam 2 minggu terakhir. Ini semua tak lain karena niatku ingin mengubah
pikiran konyol yang menganggap “mereka semua bisa kita atasi hanya dengan
konsentrasi”. Tapi kenyataan memang tak pernah salah, hingga tryout yang ketiga
berlalu, aku masih prihatin dengan diriku sendiri. Aku heran, mengapa begitu
mudah mereka memahami bahasa-bahasa bilangan yang menurutku begitu menyumpal
dan mudah membeku di otak. Bagaimana bisa, angka itu diharuskan mempunyai
variable yang jelas-jelas punya dunia yang berbeda, mengapa para bilangan harus
mempunyai akar, pangkat, keminusan, dan pertidaksamaan. Bahkan banyak hal-hal
gila yang dimainkan oleh bilangan hanya dengan satu tanda yang bermakna. Sampai
saat ini aku hanya bisa mengerjakan logaritma apabila keluarga mereka mempunyai
kerabat dekat. Sekarang adalah saatnya menentukan himpunan penyelesaian, dimana
kau bertemu sejejer angka yang berkawan baik dengan si x dan y ditambah dengan
kecupan manis yang berlogo < atau >. Jangan lupa lagi untuk merenungkan
bilangan yang dikawal ketat dengan bodyguard bernama sin, cos, tan, yang entah
bagaimana awal kisahnya, aku wajib memungut bilangan yang tadinya bernilai besar,
harus aku adopsi menjadi bilangan balita yang begitu kecil. Atau jika mereka
sedang iseng, mereka mengerjaiku dengan menampakkan diri sebagai bilangan
pecahan yang diminuskan atau dipositiffkan. Begitu kejadian itu berlangsung,
mungkin ada baiknya jika aku menerima tawaranmu untuk segera memesan kain kafan.
Saking hebatnya si matematika, ia bisa memberi solusi untuk meramal jumlah
beberapa bilangan yang apabila dikerjakan dengan otak telanjang akan
menghabiskan 12 lusin episode sinetron hanya dengan jika kita tahu dan ingat
rumusnya, bahkan ia juga bisa tahu si jabang bilangan yang mencetuskan diri pertama
kali sebelum ia didaftarkan bergabung menjadi sebuah barisan atau deret. Lalu bagaimana
pula dengan seorang siswa dari Negara yang belum pernah tersebutkan, tiba-tiba
mengantarkan surat pribadi yang bercerita mengenai nilai rata-rata teman
sekelasnnya sebelum ia ikut ulangan maupun setelah ia ikut ulangan, dan entah
mengapa selesai bercerita ia selalu menanyakan
angka baku . Setelah kau membaca surat itu, kau akan menjumpai mother of
secreet student alias mama dari siswa misterius tadi, yang tentu saja sangat
kritis menanyakan salah seorang lagi anaknya yang bernama KV yang sama-sama punya potensi
besar untuk melariskan obat sakit kepala. Jika sudah begitu, mari ku antar ke
sebuah rumah yang mempunyai dua ruangan, satu ruangan dinamai nilai atau x dan
satunya lagi adalah ruangan frekuensi atau f. nah ajaibnya jika kau sudah masuk di
ruangan itu kau akan sangat tertarik untuk melihat pekarangan samping rumahnya
dimana ada tanaman yang berbaris membentuk beberapa kata yang tentu saja bisa
kau baca,kalau tidak salah tulisannya begini,” hitunglah median dari data
tersebut, hitunglah modus, hitunglah P ke,
berapakah desil ke- “. Setelah itu jiwamu bergejolak dan kau menjadi
arsitektur dadakan yang tiba-tiba sangat mahir membuat beberapa ruangan
tambahan untuk diselipkan diantara ruangan-ruangan tadi, yang tentu saja
ruangan tadi kau buat untuk dinamai nilai tengah, atau bisa juga fkk. Tentu
saja itu sesuai dengan apa yang dikehendaki si tanaman tadi. Masih ada kejutan
lagi dari soal-soal tryoutku, tapi sebelumnya mari kita cari tempat yang sejuk
sambil minum es kelapa muda dan menikmati keindahan langit biru di hari yang
cerah,sebentar lagi di langit akan ada garis paling mempesona dari semua garis,
yaitu garis x dan y yang saling bersinggungan. Jika garis itu muncul di langit,
maka jangan harap jika kau berdoa maka akan dikabulkan selayaknya jika ada
bintang jatuh. Karena kejadian yang akan terjadi adalah sebaliknya, kita akan
dihujani dengan beberapa bilangan yang membawa buah tangan berupa “Nilai
maksimum fungsi obyektif f(x,y)=..X+..Y pada daerah yang diarsir adalah?” atau
jika kau sedang beruntung maka kau akan dapat ucapan selamat yang
bertuliskan,”Daerah penyelesaian dari system pertidaksamaan : (bla
+bla>bla;bla+bla>;x>0;y>0)”. Kemudian, kita harus wajib tersenyum.
Hari ini adalah hari kamis, hari
awal dimana suapan gizi soal uji coba unas pertama telah berhasil aku telan
dengan susah payah. Bahagia sekali, ternyata di sekolah kembali membahas soal
tryout matematika yang kemarin. Dan aku ingin menangis menyaksikan coretan
pensil yang tergores tebal dalam salah satu huruf A,B,C,D di beberapa nomor
yang berderet rapi dalam soal tiba-tiba menamparku dengan realita pedih,
sepedih telingamu mendengar pernyataan “jawaban salah”.
Ya sudah, lupakan kenyataan indah
yang berasa cuka itu. Kini saatnya pulang. Ku harap akan ada hiburan untuk
dikonsumsi menjadi hidangan pengusir lelah dan jenuh. Benar saja, semua normal
seperti biasa. Kawan bergurau dengan keanehan masing-masing, kami tertawa dan
kembali diam. Memulai banyolan, dan tertawa, lalu diam lagi. Hingga pada suatu
detik yang hening, tercetuslah suatu pertanyaan dari prediksi unas 2013 untuk
mengusir segala hirau gurau. Seingatku pertanyaan ajaib itu menanyakan “usia
sinta adalah dua tahun dari usia arista, jika sepuluh tahun ke depan blab la
blab la. Maaf aku tak ingat. Sepertinya pertanyaan tadi telah mendarah jantung
dalam tubuhku, hingga aku sulit mencarinya dalam otak. Gimanapun soalnya, penghuni
kelas yang berada di dalam kelas itu (read: tanpa erviana) sangat antusias
sekali untuk menggali berbagai inovasi demi mencongkel pintu “kemana saja” agar
menjawab rasa penasaran “darimanakah asal usul soal ini bisa terjawab dengan
hasil akhir 22 ?”. suasana sempat begitu memanas ketika pendapat satu bersalto
terbalik dengan pendapat lain, adu mulut tak terelakkan. Hingga sampai pada
titik optimum suatu keseimbangan emosi mereka meredakan ketegangan otak dengan
kembali membaca soal tadi beberapa kali. Lalu mereka berdebat lagi. Jika sudah
buntu, mereka kembali membaca soal tadi lalu meneruskan pendapat demi pendapat
yang tercecer-cecer di udara. Hingga aku tak lagi ingat sudah berapa kali nama
Sinta dan Arista itu disebut-sebut selama aku tidur siang di celah-celah
musyawarah para matematikers itu. Panjang cerita, kejadian di atas kembali
terulang, diulang, diharuskan terulang, pasti diulang dan masih akan terus
diulang, dan yang terakhir kembali terulang. Hingga jarum jam mengingatkan
kami, bahwa sekarang sudah sangat siang, dan berita baiknya mereka hampir
menemukan hidayah dan menemukan angka 20 sebagai jawaban. Iya jawabannya memang
22, tapi ku harap telingaku yang salah dengar hingga menangkap jawaban akhir
mereka 20.
Hari ini hari terakhir sebelum
unas tanggal 16 april 2013 yang jatuh pada hari senin akan kami hadapi dengan penuh
keyakinan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar