Selalu saja seperti ini, selalu terasa
menyakitkan ketika aku mengingatmu. Seperti ada petir yang menyambar keras
hatiku. Rasanya begitu memilukan dan menyayat. Sungguh aku sangat benci keadaan
ini. Aku mencoba menepikan semua masa lalu itu. Aku tak mau perihnya luka itu
kembali teringat. Andai kau tahu,di saat seperti ini, aku begitu ingin membakar
dirimu hidup-hidup hingga kamu berteriak, menggelinjang sakit, meronta-ronta dan akhirnya terkapar hangus terbakar api.
Dengan begitu kau tahu betapa aku mencintaimu, betapa aku menginginkan
kebahagiaan di antara kita. Bukan sakit dan perasaan benci seperti apa yang aku
rasakan sekarang. oooooh.... haruskah sesakit ini ????
Aku
masih tak ingin mempercayai bagaimana bisa kau porak-porandakan perasaan ini
hanya untuk sebuah hasrat. Aku masih tak ingin mendengar bagaimana bisa kau
ucapkan kata-kata manis untuk menggoda mereka, sedang aku masih menjadikanmu
yang terbaik dalam hatiku. Aku masih tak ingin melihat semua kenyataan ini,
sungguh aku tak mau.
Ku putuskan untuk bertahan dengan
kemandirianku, berdiri sendirian menghadapi apapun yang terjadi. Kan ku
bebaskan engkau mencari semua bayangan cinta yang tengah kau buru dengan segala
nafsu. Aku hanya akan mengamatimu dari lensa mataku yang hampir tertutup dan
terpejam. Ku katakan pada mereka engkau telah mati dan sirna dari dunia ini...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar