Jumat, 24 Januari 2014

Take This Hurt


Telah lama aku menunggunya dengan mata yang hampir tak pernah terpejam, hanya untuk sekedar tahu ada apa dengan keadaannya. Namun sepertinya apa yang aku harapkan ini tidaklah menjadi keinginan untuknya, hingga matahari munculpun ia tetap menutup mata dan telinganya untuk tidak melihat maupun mendengarku. Harus bagaimana untuk bisa mengetahui seberapa berartinya aku untuknya, jika tak pernah lagi aku melangkah sejajar dengan kakinya yang dulu selalu setia menemaniku menyusuri jalan-jalan kala kami terbiasa bersama.

Sepertinya ini bukan lagi cinta. Bahkan aku merasa bahwa aku hanya sedang berharap. Rasa ini membuatku sedikit cemas. Tapi aku masih saja ingin selalu menunggunya. Aku tak pernah menghitung, setelah bulan demi bulan berlalu, sudahkah sebanyak seribu kali aku mengucapkan  “aku mencintaimu” di dalam setiap pesan dan do’aku untuknya. Aku terlihat seperti orang bodoh, menunggu seseorang yang mungkin saat ini sedang berusaha melupakanku. Tapi hanya ini yang bisa ku lakukan untuk bisa mempercayai bahwa kami memang pernah saling mencintai.

Tapi aku semakin tak paham. Tatkala rindu ini masih terngiang dalam mimpi, kau benar datang mengungkap misteri keberadaan. Aku lega kau masih hidup dalam bahagia raga yang bisa ku lihat. Namun ku masih tak mengerti maksud acuh yang kau ajarkan kala kita kembali bertemu. Seperti inikah jawaban atas pengorbanan? Seperti inikah tanda menghargai suatu rasa? Aku sedikit sadar, aku memang bodoh sekarang.
 Ku pendam sejenak rasa ingin dalam ucapku yang ku harap bisa terlontar. Rasanya masih sakit. Rasanya bahkan terlalu sakit.

Ku tegarkan hati dalam memandangmu berlalu. Masih ku harap kau sedikit menoleh melihatku yang tengah menatap. Tapi ada yang salah. Aku hanya menggenggam bayanganmu. Kita hanyalah susunan huruf  yang tak kan lagi bisa menjelma menjadi satu. Aku bisa mengerti………. Namun aku tak ingin mengerti… 

Waiting For the Result of UN 2013


Tinggal beberapa jam lagi pengumuman kelulusan akan diumumkan. Sekarang sekitar pukul 22.35 an. Tak bisa ku gambarkan bagaimana perasaan ini. Banyak yang menghibur untuk tetap dan selalu optimis. Dan aku juga meyakini semuanya akan baik-baik saja.. seperti apa yang aku harapkan. Kata-kata yang ku dengar dari banyak orang hari ini, membuatku mampu membangun kepercayaan. Setidaknya ini menjadikan pikiranku lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Kini entah dengan apa aku bisa bernafas dan menulis kata-kata ini dalam lembar baru yang tadinya kosong. Hanya mengikuti kata apa yang ingin ku utarakan, semuanya jadi lebih mudah.

Aku memang sempat memikirkannya, tapi aku tak lagi ingin memprediksi apa yang tidak seharusnya. Biarkan kehendak Allah yang menjawabnya. Toh apapun yang ku pikirkan, semua telah diketahui oleh NYa. Hanya dengan kepasrahan dan harapan yang besar aku berani menyatakan permohonan kelulusan. Demi siapa akupun tak mengerti mengapa kadang aku begitu takut, untuk membuka mata di hari esok. Kadang akupun berfikir untuk mengakhiri semuanya dengan satu kebodohan yang menyedihkan. Seperti manusia yang putus asa tak punya iman, pemikiran itu ada dan membayangi. Dasar setan###

Bagaimana aku besok bisa bangun? Apakah hanya dengan kehampaan? Ataukah malah dengan semangat yang begitu besar pula? Tak ada yang bisa aku jawab untuk menjawab semua ini. Sekarang aku sendiri seakan tak lagi punya nafas tenang. Aku tahu aku percaya, aku tahu aku tenang dan hatiku memahami. Entah karena apa, jauh dari balik sarafku yang  sepertinya retak itu, aku menjadi khawatir dan tak karuan. Ya aku yakin, apa yang aku kerjakan kemarin adalah kesuksesan yang telah aku perjuangkan. Dan aku berhasil mengerjakannya dengan rintihan do’a dan harapan. Meski hanya sesekali aku ingin menghentikan waktu dan kembali mengerjakanny, tapi entahlah pikiranku kembali buntu. Tidak ada yang bisa mengerti akan ketakutan ini. Banyak yang ku sembunyikan dari balik kata-kata yang kuumbar lewat keyakinan yang sebenarnya aku sendiri masih belum terlalu tegar untuk meyakininya menjadi sebuah pendirian. Namun mereka setidaknya menjadi lebih tenang dan bisa bernafas untuk bisa berfikir positif. Lagipula siapa yang percaya dengan pikiran ini?

Darimana lagi aku mencari kata. Aku sendiri begitu terpuruk bersembunyi dari rasa takut. Jangan bayangkan bagaimana itu terjadi. Hanya pikirkan saja bagaimana semuanya bisa teratasi dengan satu optimis. Boleh aku berteriak? Aku mulai lagi. Ah sudahlah…. Ini hanya perumpamaan. Semuanya masih belum terjadi. Kita boleh saja membanting pintu dan duduk di pojokan kamar yang gelap. Sambil merenungkan kemungkinan-kemungkinan gila yang harusnya mati. 

Senin, 20 Januari 2014

tryout gila


Masa smk segera berlalu. Hanya hitungan hari ujian nasional datang memberi jawaban untuk setengah dari bagian masa depanku yang masih tak dimengerti. Semua berjalan sangat berat. Hingga untuk bisa mengerti matematika, aku tidur di atas angka 00.00 setiap malam dalam 2 minggu terakhir. Ini semua tak lain karena niatku ingin mengubah pikiran konyol yang menganggap “mereka semua bisa kita atasi hanya dengan konsentrasi”. Tapi kenyataan memang tak pernah salah, hingga tryout yang ketiga berlalu, aku masih prihatin dengan diriku sendiri. Aku heran, mengapa begitu mudah mereka memahami bahasa-bahasa bilangan yang menurutku begitu menyumpal dan mudah membeku di otak. Bagaimana bisa, angka itu diharuskan mempunyai variable yang jelas-jelas punya dunia yang berbeda, mengapa para bilangan harus mempunyai akar, pangkat, keminusan, dan pertidaksamaan. Bahkan banyak hal-hal gila yang dimainkan oleh bilangan hanya dengan satu tanda yang bermakna. Sampai saat ini aku hanya bisa mengerjakan logaritma apabila keluarga mereka mempunyai kerabat dekat. Sekarang adalah saatnya menentukan himpunan penyelesaian, dimana kau bertemu sejejer angka yang berkawan baik dengan si x dan y ditambah dengan kecupan manis yang berlogo < atau >. Jangan lupa lagi untuk merenungkan bilangan yang dikawal ketat dengan bodyguard bernama sin, cos, tan, yang entah bagaimana awal kisahnya, aku wajib memungut bilangan yang tadinya bernilai besar, harus aku adopsi menjadi bilangan balita yang begitu kecil. Atau jika mereka sedang iseng, mereka mengerjaiku dengan menampakkan diri sebagai bilangan pecahan yang diminuskan atau dipositiffkan. Begitu kejadian itu berlangsung, mungkin ada baiknya jika aku menerima tawaranmu untuk segera memesan kain kafan. Saking hebatnya si matematika, ia bisa memberi solusi untuk meramal jumlah beberapa bilangan yang apabila dikerjakan dengan otak telanjang akan menghabiskan 12 lusin episode sinetron hanya dengan jika kita tahu dan ingat rumusnya, bahkan ia juga bisa tahu si jabang bilangan yang mencetuskan diri pertama kali sebelum ia didaftarkan bergabung menjadi sebuah barisan atau deret. Lalu bagaimana pula dengan seorang siswa dari Negara yang belum pernah tersebutkan, tiba-tiba mengantarkan surat pribadi yang bercerita mengenai nilai rata-rata teman sekelasnnya sebelum ia ikut ulangan maupun setelah ia ikut ulangan, dan entah mengapa selesai bercerita ia selalu menanyakan  angka baku . Setelah kau membaca surat itu, kau akan menjumpai mother of secreet student alias mama dari siswa misterius tadi, yang tentu saja sangat kritis menanyakan salah seorang lagi anaknya  yang bernama KV yang sama-sama punya potensi besar untuk melariskan obat sakit kepala. Jika sudah begitu, mari ku antar ke sebuah rumah yang mempunyai dua ruangan, satu ruangan dinamai nilai atau x dan satunya lagi adalah ruangan frekuensi atau  f. nah ajaibnya jika kau sudah masuk di ruangan itu kau akan sangat tertarik untuk melihat pekarangan samping rumahnya dimana ada tanaman yang berbaris membentuk beberapa kata yang tentu saja bisa kau baca,kalau tidak salah tulisannya begini,” hitunglah median dari data tersebut, hitunglah modus, hitunglah P ke,  berapakah desil ke- “. Setelah itu jiwamu bergejolak dan kau menjadi arsitektur dadakan yang tiba-tiba sangat mahir membuat beberapa ruangan tambahan untuk diselipkan diantara ruangan-ruangan tadi, yang tentu saja ruangan tadi kau buat untuk dinamai nilai tengah, atau bisa juga fkk. Tentu saja itu sesuai dengan apa yang dikehendaki si tanaman tadi. Masih ada kejutan lagi dari soal-soal tryoutku, tapi sebelumnya mari kita cari tempat yang sejuk sambil minum es kelapa muda dan menikmati keindahan langit biru di hari yang cerah,sebentar lagi di langit akan ada garis paling mempesona dari semua garis, yaitu garis x dan y yang saling bersinggungan. Jika garis itu muncul di langit, maka jangan harap jika kau berdoa maka akan dikabulkan selayaknya jika ada bintang jatuh. Karena kejadian yang akan terjadi adalah sebaliknya, kita akan dihujani dengan beberapa bilangan yang membawa buah tangan berupa “Nilai maksimum fungsi obyektif f(x,y)=..X+..Y pada daerah yang diarsir adalah?” atau jika kau sedang beruntung maka kau akan dapat ucapan selamat yang bertuliskan,”Daerah penyelesaian dari system pertidaksamaan : (bla +bla>bla;bla+bla>;x>0;y>0)”. Kemudian, kita harus wajib tersenyum.
Hari ini adalah hari kamis, hari awal dimana suapan gizi soal uji coba unas pertama telah berhasil aku telan dengan susah payah. Bahagia sekali, ternyata di sekolah kembali membahas soal tryout matematika yang kemarin. Dan aku ingin menangis menyaksikan coretan pensil yang tergores tebal dalam salah satu huruf A,B,C,D di beberapa nomor yang berderet rapi dalam soal tiba-tiba menamparku dengan realita pedih, sepedih telingamu mendengar pernyataan “jawaban salah”.
Ya sudah, lupakan kenyataan indah yang berasa cuka itu. Kini saatnya pulang. Ku harap akan ada hiburan untuk dikonsumsi menjadi hidangan pengusir lelah dan jenuh. Benar saja, semua normal seperti biasa. Kawan bergurau dengan keanehan masing-masing, kami tertawa dan kembali diam. Memulai banyolan, dan tertawa, lalu diam lagi. Hingga pada suatu detik yang hening, tercetuslah suatu pertanyaan dari prediksi unas 2013 untuk mengusir segala hirau gurau. Seingatku pertanyaan ajaib itu menanyakan “usia sinta adalah dua tahun dari usia arista, jika sepuluh tahun ke depan blab la blab la. Maaf aku tak ingat. Sepertinya pertanyaan tadi telah mendarah jantung dalam tubuhku, hingga aku sulit mencarinya dalam otak. Gimanapun soalnya, penghuni kelas yang berada di dalam kelas itu (read: tanpa erviana) sangat antusias sekali untuk menggali berbagai inovasi demi mencongkel pintu “kemana saja” agar menjawab rasa penasaran “darimanakah asal usul soal ini bisa terjawab dengan hasil akhir 22 ?”. suasana sempat begitu memanas ketika pendapat satu bersalto terbalik dengan pendapat lain, adu mulut tak terelakkan. Hingga sampai pada titik optimum suatu keseimbangan emosi mereka meredakan ketegangan otak dengan kembali membaca soal tadi beberapa kali. Lalu mereka berdebat lagi. Jika sudah buntu, mereka kembali membaca soal tadi lalu meneruskan pendapat demi pendapat yang tercecer-cecer di udara. Hingga aku tak lagi ingat sudah berapa kali nama Sinta dan Arista itu disebut-sebut selama aku tidur siang di celah-celah musyawarah para matematikers itu. Panjang cerita, kejadian di atas kembali terulang, diulang, diharuskan terulang, pasti diulang dan masih akan terus diulang, dan yang terakhir kembali terulang. Hingga jarum jam mengingatkan kami, bahwa sekarang sudah sangat siang, dan berita baiknya mereka hampir menemukan hidayah dan menemukan angka 20 sebagai jawaban. Iya jawabannya memang 22, tapi ku harap telingaku yang salah dengar hingga menangkap jawaban akhir mereka 20.
Hari ini hari terakhir sebelum unas tanggal 16 april 2013 yang jatuh pada hari senin akan kami hadapi dengan penuh keyakinan.

Minggu, 19 Januari 2014

Keberuntungan Ada Dalam Kesempatan


my fist short luck

Keberuntungan Ada Dalam Kesempatan
Tawa bahagia, teriakan-teriakan penuh cita, semuanya terbalut gaduh akan pesta. Itulah yang kulihat dari mereka yang menganggap ulang tahun adalah hal terhebat untuk dirayakan. Tepat tanggal 16 Februari 1995 aku mendapatkan kesempatan untuk pertama kalinya merayakan ulangtahunku yang paling bahagia. Sebab saat itulah aku mendapat pelukan dan usapan lembut dari orang tuaku yang paling hangat.
            Waktu melaju, lambat laun semuanya memudar. Tak sangka, hari keramat itu datang kembali dan ini yang ke 18 kalinya. Sungguh aku tak lagi ingin mengulang. Sesak ku ingat waktu. Tak lagi ku berharap ulangtahun itu terjadi di tahun ini, tahun depan, dan tahun-tahun yang akan datang. Ku tak ingin umur ini bertambah jika aku tahu hidupku akan berubah seiring rentanya waktu.
Pagi menyambut, aku menuju kamar mandi untuk sekedar cuci muka, tak sengaja ku dengar percakapan Ayah dan Ibu di ruang makan.
            “Diam! Tidak usah banyak bicara! Urus urusanmu sendiri.”
“Terserah! kau memang sok pintar!”
“Siapa yang peduli!! Pergi..pergi saja tidak usah banyak bicara. Aku sudah muak!”
Serasa petir baru saja menghanguskanku. Begitu keras dan terasa sakit di telinga mendengar “Diskusi Ekstrim” orangtuaku pada hari keramat. Yah, mereka sedang bertengkar bahkan bisa dibilang sangat sering bertengkar. Tak peduli waktu, mereka kerap kali mengumandangkan pertengkaran hebat yang membuatku gila. Mungkin mereka mempertahankan keegoisan dan harga diri. Selebihnya entah apa yang mereka pikirkan, aku tak pernah tahu.
Yang aku lihat banyak perabot dan hiasan-hiasan rumah hancur berantakan menjadi korban pelampiasan amarah saat Ayah pulang ke rumah. Entah karena apa mereka begitu. Entah karena apa mereka tak lagi menjadi Ayah dan Ibuku yang dulu,  memberiku perhatian dan kelembutan bukan seperti sekarang. Seakan semua berubah menjadi neraka yang dibalut atas nama keluarga.
Aku berusaha keras, untuk terbiasa dengan kondisi ini dalam waktu bertahun-tahun. Bahkan ini menjadi makanan ringan yang begitu pahit untuk disantap menjadi pelengkap semangat. Suatu hari aku menanyakan alasan kepulangan Ayah yang tidak menentu kepada Ibu. Ibu hanya menjelaskan bahwa mereka tak lagi akur dan aku berumur 12 tahun, barulah bisa menyadari makna penjelasan itu adalah perceraian.
Melihatku yang tengah bersiap-siap untuk berangkat sekolah, mereka tak lagi meneruskan pembicaraan sengit. Namun Ayah tiba-tiba keluar rumah sembari memasang wajah emosi tanpa bicara sepatahpun.
“Aku berangkat,bu. Nanti aku pulang agak sore.” Pamitku pada ibu yang mematung di samping rak buku.
Aku menghampiri dan mencium tangannya kemudian memandangnya sebentar. Ibu hanya diam dengan pandangan kosong. Aku miris dan pikiranku seakan runtuh.
“Semangat.....semangat...” Sambil menampari wajahku yang muram sepanjang jalan.
“Apaan nih..?” Aku tertarik untuk mengambil selebaran yang berlumuran minyak goreng tergeletak di pinggir jalan.
“IKUTI LOMBA MENULIS PUISI YUK, TEMANYA BEBAS, HADIAHNYA UANG TUNAI SENILAI Rp.600.000,00 lhoooo....UNTUK 2 ORANG PEMENANG......”
“Wah.. kesempatan emas nih. Persayaratannya juga ga berat-berat amat. Ikutan ah……..”
Panjang waktu terlewati sudah. Hari pengumuman lomba itu akhirnya tiba. Aku hanya diliputi rasa pesimis, mengingat karya-karya puisiku biasanya hanya sebatas pelengkap mading sekolah yang jarang diperhatikan apalagi diapresiasikan. Ku bimbing pandangan mataku mencari namaku yang mungkin tertulis pada salah satu baris, dan Alhamdulillah namaku tertulis menjadi pemenang kedua.
Sesaat aku berfikir tentang keadilan yang Allah berikan. Dari lomba itu, membuatku menyesal pada hari-hari yang lalu, saat aku menjadi orang bodoh yang menyia-nyiakan waktu dengan percuma. Hidup ini memang tak adil jika kita selalu membenarkan apa yang kita pikirkan. Keluargaku memang berubah tapi masa depan harus lebih baik. Padahal apa yang membuatku sakit adalah apa yang membuatku kuat. Kini aku percaya pada keberuntungan, dimana kebahagiaan bukan tentang apa yang kita dapat, tapi apa yang kita cari. Aku bertekad akan mengubah duniaku dengan lebih banyak prestasi hingga hari keramatku yang ke 25 aku telah menjadi psikolg dan dapat memahami alasan orangtuaku memilih bercerai dibanding bahagia bersama. 

ini cerpen kedua saya yang memberikan saya pelajaran banyak. saya berterimakasih pada Bu. Endang yang telah memberikan saya banyak sekali nasihat dan semangat untuk tetap berkarya dari awal perjuangan saya di kelas teater dan tulis menulis. hingga hari ini saya bisa berbuat banyak... untuk melejitkan potensi saya. terimakasih... 

Strategi Pemasaran Efektif


Strategi Pemasaran Efektif

Anda ingin megembangkan usaha? ada hal yang perlu anda pelalajari, salah satunya adalah memahami Strategi Pemasaran Efektif. Ada beberapa trik dalam meningkatkan strategi pemasaran anda. Mari kita simak baik-baik dan menela'ah satu per satu :







1.   Rubahlah sikap –mental
Bisnis akan menjadi mudah jika anda menyukai perubahan. Dengan toleransi anda pada perubahan, anda akan dengan mudah memahami “tindakan” yang perlu anda ambil dalam menanggapi peluang maupun gangguan.
2.   Ide usaha “segar” dan penuh inovasi
Pastikan dan tekankan pada prinisip usaha anda, “tidak ada hari tanpa sesuatu yang lebih baik.” Tidak perlu selalu meluncurkan produk baru, dalam setiap tahun untuk berinovasi. Anda dapat melakukan banyak perubahan yang lebih baik, baik dari segi pelayanan, penanganan complain, maupun menanggapi persaingan. Semakin anda berorientasi pada ide segar baik dalam keadaan yang dianggap “kecil” itu akan memberi perubahan.
3.   Bisnis tidak berisiko tapi risiko ada pada anda
Risiko bisnis akan menjadi masalah jika anda tidak m=belajar pada manfaat atapun hasil yang telah and adapat dari usaha anda. Intinya,  setelah anda mengevaluasi mengenai kinerja, anggaran, hasil, dsb dan kemudian anda mengkaji, membenahi sisi negative dan mendaur ulang segala sisi positif, risiko untuk gagal akan mengecil seiring anda belajar dari pengalaman dan risiko yang telah anda hadapi pada tahap-tahap sebelumnya.
4.   Visi dan misi hidup jadikan falsafah usaha
Bisni s akan bisa terfokus jika visi dan misi anda benar-benar anda lakukan dengan maksimal. Visi dan misi itu akan membuat anda selalu ingat, tujuan anda dalam mendirikan usaha. Kemudian anda akan terdorong untuk menjadi lebih maju dan lebih baik di setiap harinya.
5.   Sisihkan budget anda untuk memulai usaha.
Jika modal memulai usaha, tercampur dengan uang anda, anda akan belajar tanggungjawab, belajar keberanian dalam mengambil keputusan, menghadapi tantangan, ancaman dan belajar untuk percaya pada kemampuan diri sendiri maupun orang lain.
6.   Lokasi usaha itu penting
Usahakan untuk menempatkan lokasi strategis pada usaha anda. Agar pelanggan yang anda dapatkan semakin banyak tiap harinya.
7.   Produk atau jasa adalah pilihan konsumen bukan anda
Bisnis adalah mencuri peluang. Sehingga anda harus jeli akan selera konsumen untuk menentukan produk atau jasa yang akan anda pilih. Sebab konsumenlah yang menentukan kesuksesan anda sebab slogan pelanggan adalah raja itu memang benar adanya. Jadi suguhkan produk yang benar-benar berkualitas dimana ada harapan dan do’a anda yang  menyertainya untuk membuat hidup orang lain maupun diri anda menjadi lebih baik. Jangan egois atau mementingkan keuntungan semata, sebab itu hanya akan memberikan anda kebangkrutan secara perlahan.
8.   Rencana usaha sesuai latar belakang
Usahakan bisnis yang anda geluti adalah berdasar pada latar belakang anda. Agar kemampuan yang anda milliki dapat teraplikasikan pada usaha anda. Ya anggap saja bisnis adalah seni yang anda tumpahkan dalam sebuah realisasi nyata “menyenangkan orang lain” dan “memberi apa yang anda punya”.
9.   Don’t wait, Do now
Usahalah mulai dari sekarang, tunjukan kesungguhandan keraja keras, gagal atau berhasil bukanlah hal yang harus ditunggu. Sebab itu akan and adapt setelah adna bertindak. Jadi anda tidak perlu takut. Akan selalu ada hasil dari setiap tindakan anda. Move.. move.. move…
10.  Promosikan usaha anda
Semakin luas area market anda, progres anda akan semakin meningkat.
11.  Bangun system yang “tepat”
Manajemen organisasi harus selalu anda evaluasi, harus dikonsep sesuai dengan tugas masing-masing. Jangan sampai semua terpecah belah karena konsentrasi kerja tidak terfokus pada apa yang harusnya dilakukan.
12.  Bermurah hati
Meski dalam bisnis kita mencari keuntungan, tapi bukan berarti segalanya harus menghasilka uang dan uang. kita harus bermurah hati pada orang-orang di sekitar kita dengan bersedekah. Meski ini berbalik prinsip pada prinsip ekonomi, namun anda harus percaya apa yang anda miliki hari ini, apa yang anda rasakan, apa yang anda hasilkan adalah karena Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Karena-Nya janganlah anda yang telah diberi kepercayaan akan materi yang mungkin lebih dari orang lain, wujudkan rasa syukur anda setidaknya, salah satunya adalah dengan  bersedekah.
Demikian trik dan tips strategi pemasaran yang saya sampaikan. Semoga setelah membaca artikel strategi pemasaran efektif ini anda akan mendapat inspirasi dan kehidupan anda menjadi lebih baik. Amin. Salam

saat hati dihancurkan


Selalu saja seperti ini, selalu terasa menyakitkan ketika aku mengingatmu. Seperti ada petir yang menyambar keras hatiku. Rasanya begitu memilukan dan menyayat. Sungguh aku sangat benci keadaan ini. Aku mencoba menepikan semua masa lalu itu. Aku tak mau perihnya luka itu kembali teringat. Andai kau tahu,di saat seperti ini, aku begitu ingin membakar dirimu hidup-hidup hingga kamu berteriak, menggelinjang sakit, meronta-ronta  dan akhirnya terkapar hangus terbakar api. Dengan begitu kau tahu betapa aku mencintaimu, betapa aku menginginkan kebahagiaan di antara kita. Bukan sakit dan perasaan benci seperti apa yang aku rasakan sekarang. oooooh.... haruskah sesakit ini ????
Aku masih tak ingin mempercayai bagaimana bisa kau porak-porandakan perasaan ini hanya untuk sebuah hasrat. Aku masih tak ingin mendengar bagaimana bisa kau ucapkan kata-kata manis untuk menggoda mereka, sedang aku masih menjadikanmu yang terbaik dalam hatiku. Aku masih tak ingin melihat semua kenyataan ini, sungguh aku tak mau.
Ku putuskan untuk bertahan dengan kemandirianku, berdiri sendirian menghadapi apapun yang terjadi. Kan ku bebaskan engkau mencari semua bayangan cinta yang tengah kau buru dengan segala nafsu. Aku hanya akan mengamatimu dari lensa mataku yang hampir tertutup dan terpejam. Ku katakan pada mereka engkau telah mati dan sirna dari dunia ini...

Jumat, 17 Januari 2014

anybody hear me ?


Hidup ini bukanlah pilihan yang mudah. Yang bisa dikerjakan dengan logika kemudian fisik mengerti dan melakukan. Ini bukan tentang bagaimana seseorang terus berusaha untuk menjadi sukses dengan beragam usaha dan kerja keras yang bertubi-tubi, bukan pula cerita inspiratif yang mencoba  menggali makna kegagalan untuk jadi sebuah semangat bangkit dari keterpurukan, ini bukan perkara pantang menyerah yang dikisahkan untuk mencuri simpati dari seseorang yang tak berarti apapun di lingkungannya, ini bukan pula sebuah petunjuk sebuah nilai yang dianggap benar dari segi nalar yang sebelumnya telah terbumbui dengan banyak  kejadian yang sebenarnya sedikit tidak rasional.
Ini sebuah ungkapan, dariku yang tak pernah tahu bagaimana caranya hidup bahagia. Sudah 18 tahun aku mengalami proses menuju mati. Hingga kini, aku hanya mengerti bahwa hidup ini tak berarti apa-apa jika topic selanjutnya yang dibahas adalah sebuah akhir dari sebuah usia. Depan ataupun dari ujung yang paling belakang, semua tahu bahwa mati adalah hal yang menakutkan.