Senin, 21 April 2014

say Hi to them


Love of PAREnt
Tidak ada nama yang tak mengandung harapan. Tentu saja harapan dan do’a orangtualah yang pertama dan selalu menyertainya. Mungkin karena itu pula banyak orang yang mengatakan bahwa nama itu adalah hal keramat yang harus dipertimbangkan dengan matang setelah kelahiran bayi. Sebab nama akan mempengaruhi rezeki dan nasib seseorang. Percaya atau tidak itu hanya masalah pendapat dan itu bukan masalah. Tapi orang Jawa kebanyakan sangat mempercayai hal tersebut. Apalagi orang-orang zaman dahulu Entah darimana teori itu pertama kali tercetus.
Yah, apapun namanya prinsipnya tetap bersyukur deh. Yang penting juga bukan nama, tapi arti dibalik sebuah nama. Yup, seperti yang aku bilang, do’a dan harapan orang tua.
Harapan orang tua itu sangat tinggi pada setiap anaknya. Hmmh lebih dari sekedar usaha untuk mendapatkan materi demi memenuhi kebutuhan beragam kita, kadang harga diripun juga tak terelak untuk diabaikan demi sebuah kesempatan “membahagiakan” sang buah hati. hah.. ga ada habisnya, ngebahas jasa orang tua ya. Mau dimulai dari manapun, pasti kita ga dapat ujungnya.
Sebelumnya, ucapin Alhamdulillah dulu deh buat apa yang udah kita nikmatin sekarang, apa yang kita punya, apa yang kita rasakan. Jangan lupa juga, selalu doakan orang tua agar diberi kesehatan dan kesejahteraan dunia akhirat. Amin.
Kadang kita punya sejuta lebih alasan untuk menjelaskan mengapa kita berbeda dari orang lain. Dari segi harta? Bentuk fisik? Warna kulit? Latar belakang? Dan sederet lagi ocehan ga penting untuk mencari aman. Ga bisa dipungkiri juga, banyak dari kita yang muda terutama ABG nih, masih sering “susah” untuk nerima kondisi “sebenarnya”. Langsung saja, saya mau bahas temen2 saya yang rada “gila” nih.
Cantik, modis, dan always up to date about anything of girly. That’s a girl. Semua gadis pengen deh jadi kaya gitu. But, can’t talk too much, money is the point of everything what I said. Apalagi di tahun2 2013/14 ini “overdosis” paku payung yang namanya Korean style. Sayang banget nih, temen aku ga cukup antisipasi dengan “banjir” trend yang bikin perilaku jadi makin konsumtif. Gila aja! demi jadi “gaul” duit SPP musti dikuntit buat beli baju, aksesoris, dan barang2 yang ga penting. Ngibulin ortu juga udah kaya makan snack deh, ga ada berat2nya. Mau sekaya/semiskin apapun orang tua, ini tetep jadi masalah ya, soalnya ini udah nyangkut perkara Perilaku, ntar jatohnya ke Habit alias kebiasaan terus bisa lebih emergency lagi kalo ini jadi Karakter.
Deuuh sebenernya banyak sih, temen2 aku yang masih gila. Ga ngehargain orangtua meskipun jasanya tuh udah di depan mata. Kadang Cuma gara2 orang2 ga penting,urusan sepele, bahkan hal konyol kita rela aja tuh mulut seenaknya ngomong keras2 ma orang tua. Inget, kualat ya. Mau ga mau, perilaku kita di masyarakat juga bakal dinilai sebagai cermin dari “cara” orang tua mengajari kita dalam mendidik karakter. So, jangan sampai orang lain memberikan penilaian negative terhadap orang tua kita hanya karena kita tidak pintar2 membawa diri/bersikap di depan public ya.
Udah deh, cukup segini dulu bahas soal orang tua. Intinya.. seberapa banyak orang tua berbuat salah pada kita, seberapa banyak itulah mereka mengajari kita menjadi orang yang lebih baik. Setiap orang tua punya cara sendiri untuk menunjukkan sayang pada anaknya, tidak perlu kita membanding-bandingkannya dengan orang tua lain, yang perlu kita lakukan jadilah anak yang lebih baik dari anak lain yang sering dibanding-bandingkan dengan kita. Jika Cinta Itu Abadi, Maka Cinta Itu Ada Di Hati Orang Tua Pada Anaknya. Jika Cinta Itu Tulus Maka Itu Ada Di Kasihsayang Orang Tua Pada Anaknya. Maka muliakanlah orang tua kita ya.
NB : buat temen2 yang masih kurang perhatian ma orang tuanya, semoga hari ini bisa lebih baik lagi. Setidaknya, bisa bilang,”terimakasih” pada mereka ya. J

3 komentar:

  1. Terkadang tak ada penjelasan pasti
    Mengapa hati yang paling suci bisa rasakan debar jantung terkuat

    Itulah saat kau bisa membangun jembatan cahaya
    Itulah yang mengubah salah menjadi benar
    Itulah saat kau tak mau menyerah

    Itulah saat cinta mengubah malam jadi siang
    Itulah saat kesepian pergi
    Itulah mengapa ku harus kuat malam ini
    Hanya cinta yang bisa membangun jembatan cahaya untuk kita

    Puisi Aku Mencarimu - Bidadari Linglung
    Puisi Ayo Generasiku
    Puisi Bersambung : Kidung Senja IV
    Puisi Bersambung : Kidung Senja V
    Puisi Biarkan Sepi Menderaku
    Puisi Bidadari Linglung : Ragu

    BalasHapus