Kamis, 04 Desember 2014

STAY

STAY

Aku tahu, telah banyak yang menemanimu di sana. Orang-orang menyenangkan, gadis-gadis cantik, dan lingkungan sahaja. Tapi kenapa pula kau harus ikut mereka?? Sedang aku menunggumu.

Aku masih mengingatmu. Dari banyaknya mimpi yang ku juangkan, aku masih menggantungmu di sebelah sisi istimewa di antara mereka. Tapi kau pergi. Sedang aku coba menggapaimu.

Tidakkah kau tahu, begitu sulit aku mencarimu. Tak ada yang bisa ku tanya selain kepercayaan ini.

Mengapa kau menyia-nyiakanku selama ini??

Mengapa??

Aku bisa melakukan semuanya, aku bisa menjadi nomor satu. Aku bisa meniupkan angin dari mulutku, aku bisa berusaha lebih keras lagi jka kau mau. Aku pasti bisa. Tapi aku tak bisa membuat hatiku menjadi batu dan anggapmu mati.  

Meski hanya sebutir debu kau lihatku sekarang aku masih bisa bertahan.
Ini benar-benar bodoh.. dan aku memilih begitu.
Memangnya apa yang bisa aku lakukan, jika kau sudah begitu??
Aku tak pernah tahu, ada beling ataukah kerikil setelah dua puluh langkah dari tempatku berdiri, yang bisa ku lakukan hanya berjalan maju bukan??
Berdarah atau tidak, biarkan kuasa Tuhan yang membuatnya nyata.
Sedang parah atau sedang, selalu ada keajaiban untuk membuatku kuat merasakannya.

Aku selalu mencintaimu, dengan ketidaktahuanmu…
Dan aku masih menunggu..dengan jauhnya langkahmu..


Secreet Admirer

Secreet Admirer
12/4/2014 3:06:32 PM

Hari ini kau tanyakan padaku, apakah aku rindu sebab tak melihatmu seharian, J bualan ataukah omong kosong tapi kau membuatku senang. Sebenarnya lebih dari itu, kau membalas pesanku dan kita bicara cukup banyak, tak bisa ku hitung berapa banyak aku tersenyum malam ini.
Aku juga tak lagi paham, mengenai perasaan ini, karena selama melihatmu, hanyalah sandiwara akan sebuah peran menjadi rekan yang baik. Tak mengapa, setidaknya ada hari dimana Kau membuatnya special.
Entahlah, mengapa kau begitu memikat imajinasiku ‘tuk melayang dengan keanggunan kisah cinta yang tak pernah terbayangkan. Padahal logikakupun ‘tlah mengantarkan surat pernyataan tentang segala perbedaan dan minusitis tentangmu dan kita. tapi kau hebat, selalu hanya dengan tersenyum sembari membasahi rambutmu di depanku, membuatku tak ingin beranjak lebih dulu.
Ya mungkin saja, aku dan khayal ku ini sudah terlalu gila. Berharap menjadi salah satu antara banyaknya keindahanmu.

Menjadi pendiam agar kau sering bicara padaku, menjadi cerewet agar kau bisa sedikit mendengarku, menjadi sedikit lebih cantik agar kau melirikku, menjadi lebih jelek agar kau menggerutuiku, menjadi lebih hebat agar kau mengandalkanku, menjadi lebih bodoh agar kau mengajariku, menjadi selalu ada agar kau anggap, menjadi hilang agar kau rindu. Ooh betapa kau tahu? Itu semua sangat melelahkan, tapi itulah caraku bahagia. Semuanya karenamu.. 

Brownkitis

Brownkitis

12/4/2014 3:05 PM

Kemarin bukanlah hari yang mudah. Kau tahu? Aku berlari di atas banyak kerikil dan semburan api mengitarinya. Aku bermimpi hidup ini akan jadi lebih putih saat aku ada di ujung jalan itu. Bukan tanpa alasan, melainkan aku tahu semua ada proses yang harus dibayar dan itu pasti.
Bagaimana memulai sesuatu adalah bagian dari rencana yang harus dipersiapkan. Ini sebuah pemikiran yang kolot, saat cemburu jadi dasar “benci”. Ini penyakit tapi bukan begini caranya beradaptasi dengan cara yang berlogika. Andai saja waktu bisa dibayar dengan tekad yang kuat lalu bisa berbalik arah.

Mungkin aku bisa saja menghampiri hampara lautan luas itu dari balik kacamata biru. Dimana ada banyak impian yang mampu ku tembuskan dari celah do’a.

SCRABBLE

SCRABBLE

Ada apa denganku Tuhan??? Seharian tadi aku tak bisa berfikir jernih. Kepalaku pening, semua berputar-putar dan membuatku ingin terjungkal. Ooh… aku tak ingin berhenti disini Tuhan tapi mengapa yang ada malah rasa sakit yang sedemikian pedih. aku belum ingin putus asa mengapa pula tuhan , jalan setapakku juga harus dipenuhi duri ?
Aku tak bisa menjerit terlalu keras, dan muncul di depan mereka dengan wajah seperti ini. aku tak bisa menangis sedang mulutku sudah berusaha keras untuk tertawa, aku hanya bisa menikam hatiku sendiri untuk bisa bertahan dengan derita ini Tuhan. Tapi ku mohon jangan terlalu dalam Kau tancapkan sakit pada raga reotku ini Tuhan, tak kuasa aku membawanya pulang dengan beban baru.
Sebenarnya ada apa dengan kaki ini pula Tuhan?? Mengapa semakin hari semakin sakit?? Semakin memilukan, semakin membuatku meringis saat berjalan, bahkan sekarang aku harus memanjakannya dengan berjalan pelan. Padahal dia tahu, aku tak punya banyak waktu untuk itu.

Lembar demi lembar hari aku masih bisa berjalan, tapi ketika pulang ke rumah tak mengerti mengapa hatiku sesak sesesak-sesaknya dipenuhi batu dan ular beracun. Ibu sakit lagi dan lagi-lagi orang-orang mengataiku semudah mengelus jidatnya. Mereka pikir selama ini aku berjalan di atas angin dan hanya melambai-lambai pada surya?? Benar-benar bedebah.

Dan sekali lagi Tuhan, aku ingin menjedotkan kepalaku ke tembok hingga rasa sakit ini hilang. Menjadi ragil dengan sayap patah sebelah, dan helm yang tak bisa dilepaskan dari kepalaku. Hmmh …. Berat……….berat……….
Apalagi yang bisa dilakukan untuk menghibur hati yang remuk ini?? serasa aku tak punya lelucon untuk membuatnya sekedar sekejab menari. Dalam riang sinar mentari maupun dalam hangat senja hanyalah tapak dangkal airmata yang mampu mengayak lelah menjadi butiran harap kembali.


Hanya kepala ini Tuhan, yang kuharap bisa lebih kuat untuk melindungi otakku yang benar-benar sakit. Sedang hatiku, biarlah ia mencari nafasnya sendiri, tertawa dengan cucuran kegetiran dan tekanan yang mencekiknya. Aku akan lebih keras lagi mencari rongsokan kenangan, dan mengais sisa-sisa kebahagiaan yang pernah ia rasakan dulu. Hingga suatu ketika dia akan tahu, betapa aku berjuang untuk memberinya kesabaran lebih dari sekedar sabar. Getting Stronget than ever….. T_T (12/4/2014 3:04 PM)

Cerita cinta

Cerita Cinta


Kisah cinta memang tak pernah menceritakan hal-hal yang membosankan.
Selalu ada bunga dan cahaya yang memberikan penawar kegersangan maupun kepenatan atas terjal dan lapangnya jalan hidup.
Betapapun kisah itu buntu tapi setiap awal ataupun akhirnya selalu memberikan kesan yang bermakna.
Antara bagian mutlak dari sisipan kehidupan, dimana perantara cerita adalah pertemuan dan perpisahan.
Sedangkan pionir akan pertemuan dan perpisahan itulah yang menjadikan hidup adalah cerita.
Keduanya selalu menciptakan rasa.
Kadang kala tak pernah bisa diungkap, seputih dan segelap apakah warna rasa yang melumat habis detak jantung dan merahnya hati.
Pandangan pertama, bertatap wajah, dan semua hal kecil yang menggelikan dalam kisah cinta selalu menyenangkan untuk dilanjutkan menjadi khayalan nyata.
Namun lebih dari kisah, semua orang menanti akan keabadian dari rasa cinta itu sendiri. Yang kata-katanya tak pernah lekang oleh waktu.
Lantas, cinta yang seperti apakah yang demikian itu??
Yang dipertahankan dengan dasar-dasar apa saja??
Yang dirawat dengan bagaimanakah??
Akupun tak pernah mengerti, atas apa-apa yang bisa dan mampu menjadikan hati bisa bergetar, dan dunia bak berhenti ketika otak menamai moment tersebut dengan jatuh cinta.
Sedang hati sendiri tak mampu menjawab dera lekuk cinta yang menggerogotinya.
Dan jika tanda-tanda kenormalan sudah mulai pudar, dan bertolak jalan mempertanyakan kewarasan akan tingkah aneh mendamba cinta.
Bertanya-tanya maka tak ada plang yang memberikan arah.
Menyusur-nyusur jalan, menatap langit dan mengharap langit akan tetap biru meski hujan sudah mengguyur sekujur tubuh.
Cinta .. cinta… pelik benar kau menuntun raga untuk menjadi bagian dari keindahanmu yang sukar ‘tuk dipertahankan dalam keseragaman hati akan tujuan dan mimpi. Kebersamaan dalam merawat sebuah benih yang tak berlahan.
Tapi, begitulah cinta itu bertahan dengan segenap teka-tekinya.
Meski masih abu-abu lengkungan pelangi yang ia bawa, tetap saja auranya tak pernah mengeringkan hasrat untuk terus memandangnya.
Harap lebih, mata menembus kefiktifan akan ragu dan menyatukan masa depan bersama cinta yang melengkungkan hati serta menancapkan kisahnya seiring dunia ini ada.