kenapa begitu jauh jalan ini harus aku ku titi?? bahkan dengan mata tertutup?? tulangku benar-benar terasa lapuk dan semua yang ada di dalam benar-benar sudah lebur tak terkira sakitnya. aku tak punya siapa-siapa untuk bisa sekedar menjagaku tidur. semua berterika dan berteriak. aku benar-benar muak dengan semua orang-orang ini. kapan aku dapat ruang untuk menghela nafasku sendiri?? aku tak sempat mengusap air mata ini saat aku memalingkan wajah sekalipun. semua telah hancur dan hancur. begitu kesepian dan aku seperti hidup di tengah gurun pasir. menjadi mumi yang berjalan terpincang-pinjcang, terseret-seret , terseok-seok,. kesusahan mencari jalan dan jatuh berulang-ulang kali. bangun dan bangkit sendirian hanya dengan satu tongkat tua. aku benar-benar merasa sesak setengah mati Tuhan. tidakkah ada air mata yang bahagia yang akan mengalir untuk bisa menggurahkan sedihku sekali ini?? aku teramat kesal dan tak mengerti harus bahagia seperti apa. aku terpuruk dalam kegelapan, kesunyian, dan terpencil.
entah apa yang membedakanku dengan keadaan ini, tapi nyatanya semua tak pernah berhasil. mengapa mencekikku dengan semua ketakukatn ini jika semua tak akan menjadi nyata dan teramat sakit dengan semua kisah. aku dan semua yang ada hanyalah sandirwara waktu untuk menjadi sempurna karena sebuah cerita.
Sukses atau keberhasilan apapun, tak lagi membuatku mempunyai keyakinan. yang aku tahu, semua ini pasti ada akhirnya. entah dengan cara apapun. pasti akan berakhir pula.
mati ? itu juga sebuah solusi. tapi itu benar-benar bodoh.. dan konyol. sungguh bukan itu yang aku minta Tuhan, tapi aku sudah benar-benar sesak.
Engkau ingin aku bertahan lebih keras lagi, tapi mengapa aku tak sekuat itu ?? mengapa aku tak sekeras itu ? mengapa aku masih kalah dengan keadaan itu pula?? lantas duniaku berputar dan menggoncang semua isi otakku menjadi lebih kacau balau... hancur sehancur-hancurnya
mereka bilang ini bisa saja menjadi awal, tapi tak lagi mampu rasakan hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar